Ilustrasi
Dream - Bursa syariah Indonesia kembali rally. Perburuan saham-saham di sektor komoditas berhasil menjadi motor penggerak di awal pekan ini.
Ivestor asing yang sempat mengerem aksi beli juga kembali membanjiri bursa saham Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,106 poin (0,76%) ke level 147,055.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 3,654 poin (0,59%) ke level 619,081.
Sentimen positif yang membayangi pasar modal Indonesia membuat indeks acuan saham syariah nyaman berjalan di zona hijau.
ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 147,237 dan hanya menyentuh posisi terendah di 146,062.
Aksi beli investor jelang penutupan perdagangan sukses mendorong 118 emiten syariah menutup awal pekan di zona hijau. Sebanyak 19 diantaranya merupakan saham bluechips syariah.
Tekanan masih melanda 78 emiten syariah di awal pekan ini. Sementara 49 penghuni ISSI lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,69 triliun dengan 88,84 miliar saham berpindahtangan.
Saham bluechips syariah yang menjadi penghuni top gainer kali ini adalah AALI yang naik Rp 375, UNVR Rp 350, INCO, ITMG, dan UNTR yang naik masing-masing Rp 200 per saham.
Kondisi regional yang bergerak positif juga memancing investor terjun ke pasar. Terbukti 110,64 miliar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan dana mencapai Rp 6,8 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini ditutup menguat 41,363 poin (0,90%) ke level 4.630,707.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah terus bergerak naik. Sempat dibuka melemah, rupiah sore ini naik tipis satu poin (0,01%) menjadi 13.411 per dollar AS. Rupiah sebetulnya sempat melompat ke level terkuat di 13.361 per dollar AS.