Lantai Bursa Efek Indonesia (antarafoto.com)
Dream - Bursa saham syariah masih mempertahankan tren naiknya di awal pekan terakhir Oktober 2015. Kondisi regional yang relatif tenang dan laporan kinerja emiten mendorong aksi beli investor.
Namun sepekan ke depan, pelaku pasar juga bakal mencermati pertemuan bulanan Bank Sentral AS, The Federal Reserves.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 26 Oktober 2014, Indeks Shaam Syariah Indonesia (ISS)) menguat 0,608 poin (0,41%) ke level 147,616.
Indeks acuan saham syariah di pasar modal Tanah Air ini kembali menanjak 0,672 poin (0,46%) ke level 147,680 di sesi pembukaan.
Aksi beli investor juga masih terjadi pada saham-saham unggulan syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali sesi prapembukaan dengan kenaikan 3,519 poin (0,57%) ke level 623,761.
Dengan hampir seluruh emiten bergerak menguat, indeks JII kembali menanjak 3,970 poin (0,64%) di sesi pembukaan ke level 624,212.
Transaksi senilai Rp 14,6 miliar dan 71,92 juta saham mengawali perdagangan saham syariah kali ini.
Sebanyak 87 emiten bergerak menguat di awal sesi dan 12 lainnya masih terkena aksi jual.
Kondisi regional yang bergerak naik membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut bergerak menguat. IHSG naik 29,966 poin (0,64%) ke level 4.683,112 di sesi prapembukaan.
IHSG kembali menambah poin kenaikan menjadi 31,190 poin (0,67%) ke level 4.683,336 di sesi pembukaan.
Lantai bursa menghimpun dana Rp 27,66 miliar dengan 88,77 miliar saham beralihtangan.
Seluruh indeks sektor saham bergerak menguat dipimpin emiten keuangan yang naik 1,31 persen, industri aneka 1,29 persen, dan infrastruktur 0,69 persen.
Asing mengawali sesi perdagangan dengan mencetak nett buy Rp 9,65 miliar dan naik menjadi Rp 17,08 miliar di sesi pembukaan.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah memang sedikit menghadapi tekanan kendati masih terkendali. Pagi ini rupiah melemah 12 poin (0,09%) ke level 13.633 per dollar AS.