Bursa Syariah Tertekan Sentimen Regional

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 13 Mei 2016 16:21
Bursa Syariah Tertekan Sentimen Regional
Seluruh indeks sektoral bergerak melemah dipimpin industri dasar dan industri aneka.

Dream - Bursa saham syariah akhirnya tak kuasa menahan gelombang sentimen negatif bursa regional. Meski dibuka menguat, dua indeks syariah harus menyambut libur akhir pekan di zona merah.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 13 Mei 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok 1,805 poin (1,16%) ke level 154,326.

Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 8,839 poin (1,36%) ke level 640,131.

Dengan transaksi jual beli yang meningkat menjadi 4,12 triliun, papan perdagangan ISSI didominasi koreksi harga saham. Sebanyak 98 emiten syariah ditutup melemah namun 78 lainnya masih bisa bergerak menguat.

Laju indeks syariah memang sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan. Dibuka menguat, ISSI bahkan menyentuh level tertinggi di 156,278.

Namun aksi jual mendorong ISSI masuk zona merah dan menyentuh level terendah di 153,743.

Papan perdagangan indeks bluechips syariah juga dipenuhi koreksi harga saham. Sebanyak 16 emiten ditutup melemah dan sisanya, 14 emiten, berhasil masuk zona hijau.

Seluruh indeks sektoral dilanda aksi jual hebat dengan koreksi dalam kembali dialami emiten sektor industri. Tercatat indeks sektor industri dasar terjun bebas 3,95 persen, begitu pula industri aneka turun 2,63 persen.

Koreksi dalam juga dialam ini indeks sektor pertanian yang turun 1,99 persen.

Top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni emiten SILO yang nai Rp 300, UNVR Rp 100, MIKA Rp 80, INDF Rp 75, dan ITMG Rp 75 per saham.

Sementara saham keping biru yang menghuni top losser adalah INTP yang turun Rp 1.025, AALI Rp 825, UNTR Rp 700, SMGR Rp 350, dan AKRA Rp 250 per saham.

Beri Komentar