Jokowi Rayu Pengusaha India untuk Investasi di Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 14 Desember 2016 17:28
Jokowi Rayu Pengusaha India untuk Investasi di Indonesia
Di hadapan pengusaha India, Jokowi berkata ini.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang pengusaha India untuk berinvestasi di Indonesia. Jokowi menganggap saat ini sebagai waktu yang tepat bagi pengusaha India untuk menggali peluang investasi di Indonesia.

“ Saat ini mungkin saat yang menguntungkan dalam memanfaatkan momentum yang kuat antara Perdana Menteri India, Narendra Modi dan saya,” kata Jokowi sebagaimana dikutip Dream dari laman setkab.go.id, Rabu 14 Desember 2016.

“ Saat ini juga adalah waktu yang sangat tepat untuk menggali lebih banyak peluang di Indonesia,” tambah Jokowi dalam pertemuan dengan 20 CEO India dan 5 CEO Indonesia di Royal Ballroom, The Leela Palace Hotel, New Delhi, India itu.

Di hadapan para pengusaha itu, Jokowi pun memamerkan kelebihan Indonesia saat ini. Menurut dia, ada momentum positif dari perekonomian Indonesia, yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan komunitas bisnis, terutama di bidang perdaganan elektronik.

Saat ini, tambah mantan Walikota Solo itu, pemerintah telah berupaya mengubah dan meningkatkan ekonomi Indonesia, seperti melakukan reformasi subsidi bahan bakar minyak dan mememangkas aturan perizinan.

“ Tahun ini, kami sudah meluncurkan program amnesti pajak yang hanya baru lima bulan sejak diluncurkan sudah menjadi program amnesti pajak tersukses di dunia menurut Deutsche Bank,” kata dia.

Sekadar informasi, para CEO yang hadir dalam pertemuan ini berasal dari berbagai macam industri, seperti teknologi, infrastruktur, farmasi, dan kesehatan. Lalu, lima CEO dari Indonesia, seperti Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani, CEO Sinar Mas Group, Fuganti Widjaja, dan CEO Garuda Food, Sudhamek A. W. Soenjoto.

Yang turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong.

Beri Komentar