Kembangkan Ekonomi Syariah, Bukalapak dan Tokopedia Dilibatkan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 16 Mei 2019 06:16
Kembangkan Ekonomi Syariah, Bukalapak dan Tokopedia Dilibatkan
Komite ini ingin mendorong ekonomi digital secara syariah.

Dream – Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menggandeng banyak lembaga untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Misalnya, mengajak e-commerce untuk mendukung ekonomi syariah.

“ Hari ini kita tidak akan hanya menyaksikan prosesi peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, tetapi kami juga menyisipkan agenda penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara KNKS dengan berbagai lembaga yang mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia,” kata Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang P. S. Brodjonegoro, dalam peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 15 Mei 2019.

Bersamaan dengan peluncuran MEKSI 2019-2024, KNKS juga turut menekan sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai lembaga negara serta pemain pasar. Komite ini menggandeng Bukalapak dan Tokopedia untuk mewujudkan konsep marketplace yang mengakomodasi kebutuhan umat Muslim di Indonesia.

Pengguna dapat lebih mudah mencari dan mengidentifikasi produk-produk dengan nomor sertifikasi halal. Tidak hanya itu, nantinya pengguna juga dapat lebih mudah untuk melakukan investasi pada instrumen syariah seperti reksadana syariah melalui platform e-commerce.

“ KNKS ingin bersama-sama membangun ekosistem e-commerce yang mendukung penjualan produk-produk halal melalui platform digital marketplace,” kata Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS, Afdhal Aliasar.

Afdhal mengatakan hal ini dimulai dengan mengajak marketplace yang sudah ada saat ini, yaitu Bukalapak dengan Tokopedia. Tujuannya untuk menghadirkan produk-produk halal dan keuangan syariah di masing-masing e-commerce.

“ Diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi pemain e-commerce yang turut bergabung dalam ekosistem ini,” kata dia. 

1 dari 1 halaman

LinkAja Syariah Diluncurkan

Afdhal mengatakan ada kerja sama antar bank syariah BUMN dengan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) untuk mengembangkan platform digital LinkAja Syariah.

Keempat bank syariah itu adalah PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), PT BNI Syariah, PT BRIsyariah Tbk, dan unit usaha syariah/UUS PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Komitmen tersebut tertuang dalam nota kesepahaman “ Pengembangan Sistem Pembayaran Digital yang Dikelola secara Syariah”.

Tujuan kerja sama ini adalah mengembangkan LinkAja Syariah sebagai platform pembayaran digital syariah dan uang elektronik yang dikelola secara syariah.

Afdhal mengharapkan LinkAja Syariah menjadi sistem pembayaran digital yang bisa mendukung ekonomi digital syariah.

Nantinya, platform ini bisa melayani transaksi perdagangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal, serta dana sosial keagamaan, seperti zakat, infak, dan wakaf dengan masjid dan lembaga pengelola zakat.

“ Masyarakat Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, seiring dengan berkembangnya teknologi dan pola bisnis yang demikian cepat membutuhkan sistem pembayaran digital syariah yang mampu melayani kebutuhan tersebut. Bersama-sama kita akan mewujudkan hal itu,” kata dia. (ism)

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya