Subsidi Gaji Bergulir Lagi Buat 8 Juta Pekerja, Nilainya Lebih Besar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 22 Juli 2021 14:47
Subsidi Gaji Bergulir Lagi Buat 8 Juta Pekerja, Nilainya Lebih Besar
Subsidi gaji untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 akan dibagikan kepada 8 juta pekerja.

Dream – Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang pernah dihentikan pemerintah pada akhir 2020 akhirnya kembali bergulir. Dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), program subsidi upah akan kembali diberikan kepada para pekerja dan buruh.

Kepastian pemberian bantuan subsidi gaji buat pegawai itu diumumkan oleh Menteri Ketenagarkerjaan Ida Fauziyah pada Rabu, 21 Juli 2021. Diharapkan program ini bisa membantu mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) perusahaan akibat dampak pandemi Covid-19.

“ Pemberian BSU diharapkan mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh. Adanya BSU juga diharapkan mampu membantu meringankan beban pengusaha untuk dapat mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid-19,” kata Ida dikutip dari laman Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis 22 Juli 2021.

Sekadar informasi, bantuan subsidi gaji yang diberikan kepada para pekerja bernilai Rp1 juta. Bantuan ini diberikan melalui transfer bank.

Angka bantuan subsidi gaji ini lebih besar dari tahun sebelumnya senilai Rp600 ribu per bulan. 

Dengan BSU, Ida berharap beban perusahaan bisa berkurang. Dengan begitu, pengusaha dan pekerja bisa berdialog sosial bipartite untuk mencari solusi bersama di tengah pandemi Covid-19.

“ Melalui BSU ini, kita berharap hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di perusahaan terjaga. Sehingga sekali lagi, PHK dapat terhindarkan,” kata dia.

1 dari 4 halaman

8 Juta Pegawai Akan Terima Subsidi Gaji

Jumlah calon penerima BSU diperkirakan mencapai kurang lebih 8 juta orang. Anggaran yang dibutuhkan senilai Rp8 triliun.

“ Jumlah ini masih berupa estimasi mengingat proses screening data yang sesuai dengan kriteria di atas masih dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ida.

Nantinya, BSU akan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) yang menetapkan Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Upah/Upah Bagi Pekerja Buruh Dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease (COVID-19) dan PPKM Tahun 2021.

2 dari 4 halaman

Segini `Dana Perang` Menkeu Lawan Covid-19, Ada Subsidi Kuota & Upah Lagi!

Dream – Pemerintah menggelontorkan tambahan dana perlindungan sosial untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap aspek sosial ekonomi. Dukungan APBN ini meningkat dari Rp153,86 triliun menjadi Rp187,84 triliun.

“ APBN difokuskan pada penanganan kesehatan agar angka Covid-19 lebih terkendali dan pemberian perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan, serta bagi pekerja terdampak,” tulis Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, melalui akun Instagram @smindrawati, Rabu 21 Juli 2021.

Beberapa program yang sebelumnya dihentikan kini bergulir kembali. Tambahan anggaran yang disiapkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial tunai, penyaluran kartu sembako, dan bantuan beras.

Pemerintah juga memutuskan memperpanjang periode diskon listrik, bantuan langsung tunai desa, program kartu prakerja dan subsidi upah, bantuan rekening minimum beban, serta subsidi kuota internet.

3 dari 4 halaman

Berapa Dana Subsidi Upah dan Kuota Internet yang Diberikan Pemerintah?

Kementerian Keuangan melaporkan telah menambah dana Rp10 triliun untuk program kartu prakerja dan subsidi upah. Total dana yang digelontorkan untuk pos ini adalah Rp30 triliun.

Sementara itu, pemerintah juga menambah anggaran untuk perpanjangan subsidi kuota internet. Para penerimanya adalah 38,1 juta siswa atau tenaga pendidik di Indonesia. Tambahan dananya sebanyak Rp5,54 triliun.

Sri Mulyani juga menambah anggaran dana untuk pos diskon listrik sebanyak Rp1,91 triliun. Sekadar informasi, pemerintah memperpanjang stimulus ketenagalistrikan hingga Desember 2021, termasuk diskon tarif listrik.

4 dari 4 halaman

Berapa Total Tambahan Anggarannya?

Sri Mulyani memang telah menaikkan anggaran penanganan kesehatan dari Rp172 triliun menjadi Rp193,93 triliun. Kini, alokasiknya dinaikkan kembali menjadi Rp214,95 triliun.

Kenaikan tersebut sudah termasuk tambahan untuk perkiraan kenaikan klaim pasien, pembangunan RS darurat, penyediaan obat Covid-19, tambahan insentif tenaga kesahatan, penambahan oksigen darurat, serta percepatan vaksinator dan penebalan PPKM di daerah. Dengan demikian, total dukungan APBN melalui program PEN meningkat dari Rp699,43 triliun menjadi Rp744,75 triliun.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus bekerja keras untuk membantu rakyat menghadapi pandemi serta mendukung pemulihan ekonomi dari dunia usaha.

“ Kepada masyarakat semua, janganlah lelah untuk terus disiplin terapkan protokol kesehatan dan lakukan vaksinasi karena ini adalah ikhtiar kita bersama agar pandemi segera berakhir,” kata Sri Mulyani.

Beri Komentar