Ilustrasi
Dream - Dana Moneter Internasional (IMF) menyampaikan pemerintah Dubai tengah mempertimbangkan pengaturan baru mengenai biaya dan pembatasan properti.
" Jadi ada rencana penambahan biaya dan pembatasan penjualan properti guna menghindari permintaan para spekulan," tulis laporan IMF yang dikutip dari Emirates247, Senin 16 Juni 2014.
" Kenaikan biaya pendaftaran pembelian properti di Dubai sekitar 2-4 persen pada Oktober lalu ditambah dengan langkah pengaturan pasar dalam pengembangan real estate," tulis laporan itu.
Berdasarkan pengalaman global, banyak negara yang dihadapkan dengan pertumbuhan yang sangat pesat di sektor properti. Sulit untuk membedakan apakah orang ingin membeli untuk tempat tinggal atau investasi.
Hal ini menyebabkan harga properti bisa melonjak hingga 30 persen karena banyak pembeli yang justru membeli properti untuk dijual kembali dengan harga yang tinggi.
Meskipun belum diketahui langkah konkrit yang akan diperkenalkan pemerintah Dubai untuk menekan tindakan spekulatif oknum, tetapi pelaku pasar memperkirakan aturan tersebut terkait dengan aturan biaya.
" Rencana baru terkait biaya ini sangat dibutuhkan pasar guna menghindari tindakan spekulatif," ujar Kepala Riset JLL Mena Craig Plumb.
" harga properti akan naik sebagian besar didorong spekulan. Kita perlu peraturan yang ketat untuk mencegah spekulan ini," tambahnya.
Chief Executive Officer, PropSquare Real Estate, Parvees Gafur mengatakan biaya baru ini baik untuk pasar dalam jangka panjang. Dia yakin pasar properti tidak lagi didorong oleh spekulan tetapi benar-benar digunakan oleh konsumen akhir.
Pengembang di Dubai seperti Emaar Properties, Aldar Properties dan Nakheel, mengaku telah memberlakukan aturan biaya ini dengan menjual properti kepada orang yang telah melunasi 40-50% dari harga jual. (Ism)