Cerita Sukes Wanita Indonesia `Taklukkan` Alibaba

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 15 April 2019 19:30
Cerita Sukes Wanita Indonesia `Taklukkan` Alibaba
Apa yang membuat Fitriyani Burki bisa diterima dan berkarya di Alibaba?

Dream – Di dunia e-commerce, kamu pernah mendengar Alibaba Group. Ya, raksasa teknologi besutan Jack Ma ini menjadi perusahaan yang paling diincar oleh para pencari kerja di Tiongkok, berdasarkan LinkedIn China.

Tak mudah untuk bisa menembus menjadi pegawai di perusahaan ini. Ada sederet proses yang rumit yang harus diikuti oleh kandidat agar bisa menjadi pegawai Alibaba.

Dikutip dari keterangan tertulis Alibaba, Senin 15 April 2019, seorang karyawati Alibaba, Fitriyani Burki, mengaku menjadi bagian perusahaan ini tidaklah mudah. Seminggu usai memasukkan resume, dia menjalani tiga tahapan wawancara dan tes tertulis.

Pada wawancara pertama, dia harus meyakinkan pihak HRD. Lalu, dia dipertemukan oleh team leader di posisi yang akan ditempatkan. Kemudian, berlanjut ke tes tertulis.

Setelah lolos, masih ada lagi wawancara dengan direktur Alibaba.

“ Alhamdulillah, saya diterima,” kata Fitri.

Perempuan berusia 36 tahun ini bergabung di Alibaba sejak 2014. Kala itu, dia melihat lowongan AliExpress untuk menangani konsumen AliExpress di Indonesia. Sebelum bergabung dengan perusahaan ini, lulusan S-1 Universitas Hasanudin Makassar itu bekerja di perusahaan multinasional sebagai senior process executive di P&G dan channel specialist group di Cisco.

“ Awalnya saya ingin tantangan baru juga suasana baru setelah empat tahun bekerja di perusahaan sebelumnya. Mendengar banyak cerita tentang besarnya tantangan bekerja di Alibaba, saya berpikir inilah tantangan yang selama ini saya cari,” kata perempuan kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu.

Fitri jatuh hati kepada perusahaan itu, selain sebagai perusahaan global dan perusahaan paling diidamkan, dia mengagumi dan terinspirasi oleh Jack Ma. Perjalanan Alibaba, kata dia, bagaimana cerita seribu satu malam yang menyerukan “ open sesame” untuk membuka pintu yang berisi harta karun. Perusahaan ini dinilai bisa memberikan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

“ Saya percaya dengan menjadi bagian Alibaba, bias memberikan kontribusi positif,” kata dia.

1 dari 2 halaman

Tak Punya Pengalaman di E-commerce

Sebenarnya, Fitri tak mengantongi pengalaman dan latar belakang e-commerce kala itu. Sebelum melamar ke Alibaba, wanita ini belajar e-commerce kepada teman-temannya yang sudah terjun ke dunia bisnis perdagangan elektronik.

“ Aku belajar kurang lebih selama dua minggu, sebelum memasukkan lamaran,” kata dia.

Sekadar informasi, pada 2014, Fitri bergabung di AliExpress sebagai lead AliExpress service strategy. Lalu, dia pindah ke tim customer experience transformation. Kini, dia bekerja sebagai brand and social media specialist AliExpress. Sehari-hari, dia bekerja sebagai analis brand equity melalu media sosial.

Kerja kerasnya berbuah penghargaan pada 2017. Wanita ini menerima dua penghargaan sekaligus dari Alibaba Group sebagai the best motivator skala service department dan skala business unit AliExpress.

2 dari 2 halaman

Apa Modalnya?

Fitri mengatakan dia bermodal keahliannya di media sosial serta keterampilan multi bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Mandari. Wanita pemegang ijazah diploma Bahasa Mandarin dari Xiamen University ini juga belajar budaya di beberapa Negara untuk membaca pola perilaku pengguna.

“ Karena posisi awal saya terkait langsung dengan pasar di Indonesia, sosok saya sebagai orang asli Indonesia juga menjadi faktor yang penting,” kata dia.

Fitri mengatakan karyawan harus punya keunikan, determinasi, serta kultur dan nilai-nilai perusahaan yang sesuai. Tak hanya itu, diperlukan juga daya juang serta adaptasi yang tinggi untuk bisa bekerja di perusahaan raksasa dan hidup di negeri asing.

“ Saya bisa bilang bahwa Alibaba merupakan perusahaan yang sangat unik,” kata dia.

Misalnya, memanggil teman sekantor dengan “ tong xue” yang berarti teman sekelas. Panggilan ini diterapkan karena semua bagian Alibaba sedang menimba ilmu atau belajar, seperti belajar di kelas.

“ Kedua, salah satu nilai yang diterapkan adalah “ Embrace Change”, artinya kita harus selalu siap menghadapi segala macam perubahan dan di setiap perubahan, kita belajar untuk beradaptasi dan berprestasi,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir