Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Industri Kecil dan Menengah (IKM) Banyuwangi mendapat bimbingan teknis wirausaha dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kegiatan yang berlangsung selama 24 hingga 27 Juli 2017, di Kecamatan Rogojampi dan Tegalsari.
Direktur IKM Logam, Elektronika, Mesin dan Alat Angkut, Ditjen IKM Kemenperin Endang Suwartini mengatakan lima tahun ini, kementeriannya mempunyai target untuk menumbuhkan 20.000 wirausaha baru dalam mengembangkan industri nasional.
“ Untuk mencapainya, kami tidak membuka pabrik-pabrik baru. Namun, kita tingkatkan kemandirian dan kemampuan SDM di daerah-daerah. Jalannya melalui bimtek seperti ini. Kita roadshow, untuk membekali keterampilan. Kita dampingi dan dorong masyarakat agar bisa membuka usaha sendiri,” kata Endang kepada Merdeka.com, Senin, 24 Juli 2017.
Endang optimis, dengan banyaknya wirausaha baru yang tumbuh, akan meningkatkan geliat ekonomi daerah.
“ Bimtek ini juga berkontribusi mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan. Karena semakin banyak usaha baru yang muncul, akan semakin banyak pula tenaga kerja yang terserap,” ucap dia.
Kegiatan pengolahan kayu rencananya akan digelar di wilayah Kecamatan Rogojampi. Dalam pelatihan ini, peserta dilatih membuat kerajinan dari bahan dasar kayu kelapa. Seperti, gantungan kunci dan boneka.
Sedangkan di Kecamatan Tegalsari peserta akan diajarkan membuat berbagai olahan pangan dari labu kuning seperti tepung, cake, dodol, dan cheese stick. Peserta juga akan dilatih membuat olahan dari buah naga, diantaranya sari buah, selai, dan permen.
“ Selain dilatih secara teknis, peserta juga akan kami bekali cara mengakses permodalan, marketing dan packaging,” ujar dia.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beberapa waktu lalu mengatakan UMKM menjadi salah satu sektor yang terus didorong pertumbuhannya oleh pemerintah daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2015, UMKM Banyuwangi mencapai jumlah 269.267 pelaku usaha.
Berbagai stimulan dan promosi terus digulirkan oleh pemkab untuk meningkatkan daya saing UMKM tersebut.
“ UMKM menjadi sektor yang kami prioritaskan selain sektor pendidikan dan kesehatan. Karena kami yakini UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi rakyat yang produktif,” kata Anas saat membuka sosialisasi tersebut.
Anas menambahkan salah satu langkah yang dilakukan untuk menggerakkan UMKM adalah lewat pariwisata. Sebab pariwisata memberikan dampak langsung bagi perputaran UMKM. Mulai dari kuliner, oleh-oleh, penginapan dan homestay.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya