Daripada Gabut Tak Ada Penumpang, Pesawat Hanya Latihan Take Off dan Landing

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 27 Juli 2020 08:33
Daripada Gabut Tak Ada Penumpang, Pesawat Hanya Latihan Take Off dan Landing
Sejak pandemi memang tak ada penumpang.

Dream - Dunia penerbangan benar-benar diterjang badai pandemi Covid-19. Sejak pandemi memang tak ada penumpang. Selain banyak negara menutup wilayah, para traveler juga masih enggan terbang karena khawatir terjangkit virus corona.

Di Indonesia, bahkan banyak pesawat yang tidak terbang. Gabut karena tak ada orang yang bepergian. Namun tidak demikian di Korea Selatan. Di negeri Ginseng itu, sejumlah pesawat terbang meski dalam kondisi kosong gelondangan.

Maskapai Asiana Airlines saban hari terbang 20 kali. Pesawat-pesawat itu terbang bukan untuk mengantar penumpang, melainkan dipakai pilot mendapat sertifikat penerbangan.

1 dari 2 halaman

Membuat kru tetap siap terbang merupakan salah satu tantangan yang dihadapi maskapai saat harus bergulat dengan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Krisis ini telah membuat lebih dari sepertiga armada dunia mangkrak di landasan.

Airbus A380 Asiana Airlines yang kosong terbang di langit Korea Selatan selama beberapa jam sehari selama tiga hari pada bulan Mei. Pesawat dengan 495 kosong di kabin itu difungsikan hanya untuk latihan lepas landas dan mendarat.

Cara itu dilakukan karena para pilot tidak bisa terbang ke Thailand untuk berlatih menggunakan simulator milik Thai Airways. Sejumlah negara memang masih menerapkan laranga terbang untuk mencegah penyebaran virus corona.

" Lepas landas dan pendaratan pesawat ini menghabiskan banyak uang, dan itu adalah uang yang perlu digunakan dengan bijak, terutama akhir-akhir ini," kata Um Kyung-a, seorang analis di Shinyoung Securities di Seoul.

2 dari 2 halaman

" Asiana harus melakukannya karena pilotnya tidak boleh kehilangan lisesni mereka," tambah dia.

Asiana Airlines memiliki 135 pilot yang kurang jam terbang untuk mengoperasikan enam A380. Di sisi lain, Asiana Airlines tak bisa terbang dengan kondisi kabin kosong melompong tanpa penumpang.

Namun akhirnya otoritas penerbangan Korea mengizinkan pesawat-pesawat itu terbang untuk latihan para pilot agar tidak kehilangan lisensi mereka.

Sumber: South China Morning Post

Beri Komentar