Begini Nasib Deretan Kendaraan Listrik Karya Putra Bangsa

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 1 November 2017 10:16
Begini Nasib Deretan Kendaraan Listrik Karya Putra Bangsa
Tak hanya mobil, ada juga sepeda motor, lho!

Dream – Pemerintah mendukung pengembangan kendaraan listrik. Tujuannya tak lain untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap BBM sehingga impor bisa ditekan.

Selain itu, kendaraan ini bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“ Bagi masyarakat, pemakaian kendaraan listrik biayanya lebih murah,” kata Jonan di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 1 Oktober 2017.

Dukungan serupa juga dilontarkan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat 11 Agustus 2017.

JK berjanji akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu MW sebagai dukungan terhadap pengembangan mobil listrik. “ Jangan khawatir karena pemerintah akan membangun 35 ribu MW (pembangkit listrik),” kata dia.

Ngomong-ngomong kendaraan listrik, sebenarnya Indonesia sudah cukup lama membangun kendaraan listrik yang diproduksi oleh anak bangsa. Puncaknya terjadi saat Dahlan Iskan yang kala itu menjabat menteri BUMN mulai getol membuat mobil listrik.

Salah satu karya yang fenomenal adalah mobil listrik “ Ferari” yang diberi nama Tuxuci. 

Kabar terbarunya, mobil listrik " Selo" ciptaan Ricky Elson menarik perhatian Malaysia. Negeri Jiran ini siap memboyong Ricky dan timnya demi mengembangkan mobil itu. Sementara bus listrik ciptaan Dasep Ahmadi, justru membuat Dasep terseret kasus karena terbukti bersalah dalam pengadaan bus listrik untuk kendaraan KTT APEC 2013 di Bali.

Apa saja kendaraan listrik yang pernah dibuat oleh pemuda bangsa? Berikut daftarnya:

1 dari 3 halaman

Mobil Listrik

Selo

Selo ini merupakan mobil listrik tipe sport car yang sempat dipamerkan di KTT APEC 2013 di Bali. Kendaraan itu didesain mirip dengan Lamborghini Gallardo. Mobil ini dirancang oleh Ricky Elson, salah satu pencipta mobil listrik yang tergabung dalam Pandawa Putra Petir.

Gendhis

Selain Selo, Ricky juga menciptakan minibus listrik sejenis Alphard. Namanya Gendhis. Kendaraan ini pernah mejeng di KTT APEC di Bali. Mobil ini dirakit di rumah modifikasi asal Yogyakarta, Kupu-kupu Malam.

Tuxuci

Nah, mobil yang satu ini sempat menyedot perhatian publik setelah porak poranda karena Dahlan menabrak tiang listrik di Tawangmangu, Karanganyar. Ketika itu, mobil dalam perjalanan Solo-Surabaya. Mobil “ Ferarri” Tuxuci ini dibuat oleh Danet Suryatama dan dirakit di Kupu-kupu Malam.

Electric Car Ahmadi

Mobil listrik Electric Car ini dibuat oleh ahli mobil listrik, Dasep Ahmadi. Mobil city car ini berwarna hijau dan pernah digunakan oleh Dahlan semasa menjabat sebagai menteri BUMN.

Hevina

Nah, mobil listrik ini diciptakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hevina ini punya dua varian bentuk, yaitu sedan dan bus.

Mobil Listrik ITB

Terlihat dari namanya, produsen mobil listrik ini adalah Institut Teknologi Bandung (ITB). Perguruan tinggi ini telah melahirkan beberapa purwarupa kendaraan listrik, seperti sedan, bus, dan mobil angkutan barang.

2 dari 3 halaman

Bus

Selain mobil, anak bangsa juga memproduksi bus listrik. Di bawah bendera PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep berhasil menciptakan purwarupa bus listrik buatan Depok. Bus ini dibuat untuk menyambut KTT APEC 2013. Sayangnya, pengadaan mobil listrik ini menyeret Dasep ke ranah hukum.

3 dari 3 halaman

Sepeda Motor

Gesits

Institut Teknologi Bandung dan Garasindo Group ini membuat sepeda motor listrik yang bernama Gesits. Tunggangan roda dua ini berhasil memikat perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

“ Saya menyarankan jika sudah diproduksi secara massal, kalau bisa, harganya dapat bersaing dengan sepeda motor yang menggunakan bahan bakar minyak,” kata Jonan.

Viar Q1

Produsen Viar, PT Triangle Motorindo, tak mau ketinggalan meramaikan pasar kendaraan listrik. Viar merilis sepeda motor listriknya, Viar Q1. Viar Q1 ternyata juga menarik perhatian Jonan. Bahkan, mantan dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini membeli Viar Q1 seharga Rp16 jutaan.

 

Beri Komentar