Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Nama Alwaleed bin Talal kembali menjadi perbincangan. Tapi bukan karena prestasi atau aksi korporasi mencengkannya. Orang terkaya Arab Saudi ini ditangkap oleh saudarnya sendiri, Pangera Muhammad bin Salman.
Publik mengenal Alwaleed sebagai orang terkaya yang memiliki saham di perusahaan raksasa seperti Citigroup, Euro Disney, Apple, Twitter, 21st Century Fox, dan Lyft.
Di tangan Alwaledd pula Saudi menabuh genderang perang dengan Uni Emirat Arab (UEA). Dia berambisi mendirikan gedung pencakar langit yang bakal menjadi yang tertinggi di dunia.
Tapi semua tenggelam saat namanya masuk dalam daftar pangeran yang dituntut karena tindakan korupsi. Fakta-fakta tersembunyi di balik sosok Al Waleed pun pelan-pelan mulai bermunculan.

Mengutip laporan Washingtonpost.com, Senin, 6 November 2017, Alwaleed memang salah satu keturuan dari mendiang Raja Abdulaziz al-Saud, pendiri Arab Saudi. Tapi tak disebutkan jika ayah Alwaleed pernah melakukan pemberontakan terhadap kerajaan di tahun 1960-an dan merusak langkah garis keturunannya menjadi pewaris tahta.
Dalam wawancaranya dengan Vanity Fair, Alwaleed pernah bercerita soal pengalaman masa mudanya yang pernah diberi segepok uang oleh orang tuanya. Kala itu Alwaleed yang masih berusia 30 tahun baru saja pulang dari kuliahnyadi Menlo College di California, AS. Dia mengantongi sarjana bisnis di tahun 1985.

Alwaleed, seperti tulis Vanity Fair, mengaku mendapat uang senilai US$30 ribu setara Rp 406 juta. Namun dalam waktu setahun, uang itu sudah habis.
"Dia kembali meminta ke ayahnya US$ 300 ribu sekitar Rp 4,06 miliar. Kali ini butuh tiga tahun untuk kehilangan uangnya itu."
Kisah ketiga lebih indah. Ayah Alwaleed memberikannya sebuah rumah daripada uang seraya berpesan, "Carilah kerja sendiri." Rumah itu ternyata dia jaminkan untuk mengajukan pinjaman dan dimulailah perjalanan bisnisnya sebagai seorang wirausahawan.
Beberapa kalangan berspekulasi jika Alwaleed berutang cukup besar pada perusahaan minyak yang dikelola keluarga kerajaan.
![]()
Hingga waktu berjalan, sang pangeran mendadak menduduk peringkat teratas sebagai miliarder terkaya di tahun 1990. Bukan karena hartanya dari perusahaan di dalam kerajaan keluarga. Tapi dari dana investasi yang dimilikinya di perusahaan keuangan ternama Citicorp.
Sejak saat itulah nama Alwaleed menjadi terkenal di dunia. Dia berminta dengan Stephen K Bannon di akhir 1990-an. Menjual kapal pesiar ke Donald Trump yang kini menjadi presiden AS. Serta menjadi pemegang saham dari perusahaan kelas kakap semacam Apple, News Corp, dan Twitter.
Jejak Alwaleed masih panjang.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan