Hary Tanoe Beli Rumah Donald Trump, Berapa Harganya?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Juni 2019 09:47
Hary Tanoe Beli Rumah Donald Trump, Berapa Harganya?
Harganya dua kali daripada yang dibeli Trump pada 2007. Kini, properti itu menjadi milik Hary Tanoe.

Dream – Perusahaan milik Donald Trump diam-diam menjual satu properti terakhir di California, Amerika Serikat. Mansion seluas 5.400 meter persegi di Beverly Hills dijual ke miliarder Indonesia yang merupakan partner bisnis Trump, yaitu Hary Tanoesoedibjo.

Dikutip dari Washington Post, Sabtu 15 Juni 2019, sebuah akte terdaftar di L. A. County pada 31 Mei 2019 menunjukkan putra Trump, Donald Trump Jr. menandatangani penjualan properti kepada Hillcrest Asia.

Harganya mencapai US$13,5 juta (Rp193,39 miliar). Harganya dua kali daripada yang dibeli Trump pada 2007. Kini, properti itu menjadi milik Hary Tanoe.

Kabar penjualan properti itu dibenarkan oleh seorang sumber. Washington Post mencoba menghubungi keluarga Hary Tanoe, tapi belum ada tanggapan.

Hary Tanoe merupakan partner bisnis Trump untuk menggarap dua proyek di Indonesia. Kedua proyek itu adalah sebuah resor di Bali dan arena golf di Jawa Barat.

Juragan media ini memprediksi dua proyek itu bernilai lebih dari US$500 juta (Rp7,16 triliun) jika selesai.

1 dari 2 halaman

Insiden Trump Kesal ke Jurnalis, Anak Buah Susah Payah Rebut Mikrofon

Dream - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali bersitegang dengan awak media. Kali ini kejadian kurang menyenangkan terjadi saat Trump menggelar konferensi pers di di Gedung Putih, Washington, Rabu, 7 November 2018.

 Presiden Trump Cemberut ke Media, Anak Buah Mau Rebut Mikrofon

Peristiwa ini dialami seorang jurnalis CNN yang bertugas di Gedung Putih, Jim Acosta. Awalnya Trump masih meladeni Acosta yang banyak bertanya seputar kebijakan imigran yang dibuat pemerintahannya.

Namun Trump terdengar mulai sedikit emosi terhadap pertanyaan Acosta. " Sejujurnya, kamu biarkan saja saya menjalankan negara ini dan kamu menjalankan CNN," jawab Trump.

Acosta rupanya tak menyerah dengan jawaban Trump. Dia berusaha untuk kembali mengajukan pertanyaan pada orang nomor satu di Amerika tersebut. Kali ini, Acosta bertaya soal investigasi campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016.

Trump berbicara keras ke Acosta dan menuntutnya menyerahkan mikrofon kepada staf Gedung Putih.

" Sudah cukup," kata Trump berulang kali ketika Acosta terus mencoba mengajukan pertanyaannya.

Dikutip dari USA Today, seorang pembantu Gedung Putih mencoba mengambil mikrofon darinya. Namun Acosta berusaha menariknya kembali.

" Mengenai penyelidikan keterlibatan Rusia, apakah kamu mengetahui bahwa kamu boleh ...?" Acosta berhasil bertanya sebelum Trump menyela, " Saya tidak khawatir tentang apa pun dengan investigasi Rusia karena itu tipuan."

Mendengar jawaban itu, Acosta berusaha memberodong Trump dengan pertanyaan baru. Namun kali ini Trump menyela dengan jawaban yang lebih keras. " Sudah cukup, letakkan mikrofonnya"   

Trump juga menjauh dari podium sejenak sebelum mengatakan tuduhan ke CNN.

" Kuberitahu kamu, CNN seharusnya malu pada dirinya sendiri, setelah kamu bekerja untuk mereka," kata Trump, sambil menggelengkan jari pada Acosta. " Kamu orang yang kasar dan mengerikan."

Trump menambahkan, " Cara Anda memperlakukan Sarah Huckabee (sekretaris pers Gedung Putih) mengerikan. Kamu seharusnya tidak memperlakukan orang seperti itu."

2 dari 2 halaman

Jurnalis Lainnya Kena Semprot


Setelah serangannya melawan Acosta, Trump selanjutnya memberi kesempatan reporter NBC News, Peter Alexander, yang mendatangi Acosta.

Trump mengubah kemarahannya pada Alexander.

" Yah, aku juga bukan penggemar beratmu," kata Trump. " Kamu bukan yang terbaik."

Menanggapi itu, Acosta berterima kasih kepada Alexander di Twitter.

Trump telah berulang kali `beradu argumen` dengan CNN. Sejak mencalonkan diri sebagai presiden pada 2015, dia kerap menyerang media dengan liputan, yang menurutnya tak menarik.

Dia telah berulang kali menyebut media sebagai `musuh rakyat Amerika`. Tuduhan itu juga ditujukan terhadap Acosta.

Tanggapan CNN


Sembilan hari sebelum pelantikannya, Trump menyerang CNN karena melaporkan tuduhan pencabulan yang dia lakukan terhadap " Steele Dossier," yang dimaksudkan untuk menguraikan koneksi Trump ke Rusia.

Dia menuduh CNN telah menyebar berita bohong. " Kamu adalah berita palsu," kata Trump.

Menanggapi serangan itu CNN segera mengeluarkan pendapat. CNN mencuitkan kritiknya ke Trump.

" Presiden ini menyerang jurnalis terlalu jauh. Mereka tak hanya bahaya, mereka juga mengganggu keamerikaan. Ketika Presiden Trump secara jelas tidak menghormati kebebasan pers, (padahal) dia telah berjanji untuk melindungi pers. Kebebasan pers vital dalam demokrasi, dan kami berdiri di belakang Jim Acosta dan sejawat jurnalis di mana pun."

 

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting