Diajari Bikin Konten Digital, UMKM Binaan Jamkrindo Bisa Go International

Reporter : Alfi Salima Puteri
Kamis, 30 Juni 2022 16:47
Diajari Bikin Konten Digital, UMKM Binaan Jamkrindo Bisa Go International
Melalui kegiatan ini diharapkan para UMKM semakin sadar mengenai urgensi dan cara pemanfaatan platform digital yang efektif, sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnisnya.

Dream - Media sosial kini tak lagi sekadar aplikasi yang digunakan untuk ajang pamer foto atau video. Di tangan mereka yang cerdas, platform yang awalnya dibuat untuk kebutuhan pribadi bisa berubah menjadi media promosi paling ampuh. 

Kegunaan itulah yang dirasakan seorang pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), binaan PT Jaminan Kredit Indonesia (PT Jamkrindo). Lewat media sosial, pengusaha kecil ini bisa mendapatkan klien dari luar negeri.  

Hariyanti, pelaku UMKM dari CV Khansa Mandiri, Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa ia telah mengoptimalkan media sosial setelah mendapatkan pendampingan yang dilakukan Jamkrindo selama ini. Dampak yang secara langsung telah dirasakannya adalah pertumbuhan bisnis yang signifikan.

“ Dengan fasilitas binaan Jamkrindo, kami rajin mengikuti berbagai kegiatan sehingga mendapatkan kepercayaan dari perusahaan luar negeri. Perusahaan kami bertumbuh dengan baik,” kata Hariyanti mengutip keterangan tertulis Jamkrindo baru-baru ini.

1 dari 2 halaman

Upaya Jamkrindo memberikan pengetahuian tentang pemanfaat ekosistem digital merupakan bagian dari program pendampingan kepada UMKM. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52, perusahaan penjaminan kredit terbesar di Indonesia kembali menggelar coaching clinic Jamkrindopreneur dengan tema “ Transformasi Digitalisasi UMKM Naik Kelas” pada Selasa, 28 Juni 2022.

Sekretaris Perusahaan Abdul Bari mengatakan melalui kegiatan tersebut diharapkan para UMKM semakin sadar mengenai urgensi dan cara pemanfaatan platform digital yang efektif, sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis mereka.

Hal ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap target pemerintah untuk membawa 30 juta pelaku UMKM masuk ke dalam ekosistem digital pada 2024.

“ Pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian Jamkrindo untuk para UMKM. Kami harapkan kegiatan ini bermanfaat bagi para peserta dalam mengembangkan bisnis serta meningkatkan kapabilitas dan produktivitas mereka kedepannya sehingga bisa naik kelas,” kata Abdul dalam keterangan resminya.

Fokus materi yang disampaikan dalam kegiatan coaching clinic ialah mengenai cara membuat konten produk dan pemasaran yang efektif di media sosial sehingga dapat menarik minat calon konsumen.

 

2 dari 2 halaman

Brand Strategist dan Content Creator Agatha Oktavina menjelaskan pelaku UMKM harus memperhatikan sejumlah faktor yang meliputi karakteristik produk, nilai tambah yang akan diperoleh konsumen, target pembeli, keunggulannya dalam melakukan promosi di platform digital serta platform digital untuk mempromosikan produknya.

" Para pelaku UMKM dituntut konsisten dalam memproduksi konten produknya dengan menerapkan review and trial error. Terpenting, ialah teman-teman harus bisa menyiasati konten yang akan dipublikasikan sesuai dengan target yang sudah ditentukan,” kata Agatha.

Selain memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, Jamkrindo juga menyediakan layanan penjaminan kredit KUR. Hingga Mei 2022, Jamkrindo telah merealisasikan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp82,6 triliun atau naik 65 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy), dengan jumlah UMKM yang dijamin sebanyak 1,84 juta UMKM.

Untuk penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sejak program tersebut diluncurkan pada Juli 2020, Jamkrindo bersama anak usahanya PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) telah mencatatkan penjaminan senilai Rp26,32 triliun hingga bulan Mei 2022. Dengan rincian Jamkrindo senilai Rp17,88 triliun dan Jamsyar sebesar Rp8,34 triliun.

 

 

 

Beri Komentar