Dream - Pasar modal Indonesia kembali diliputi ketakutan. Semakin mendekatnya pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves menahan investor melantai ke bursa saham.
Aksi jual asing yang kembali muncul juga menyeret bursa saham syariah Indonesia kembali melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 15 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,926 poin (1,37%) ke level 138,606.
Sepanjang perdagangan ISSi tak kuasa keluar dari tekanan jual investor. ISSI hanya sempat menyentuh level tertinggi di 140,058 dan jatuh ke level terendah 138,324.
Koreksi lebih tajam menerpa indeks saham bluechips syariah. Turun 11,403 poin (1,93%), Jakarta Islamic Index (JII) menutup sesi perdagangan di level 580,276.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,29 triliun dengan 46,12 juta saham beprindahtangan.
Papan perdagangan ISSI hanya dihuni 67 emiten syariah yang bergerak menguat. ISSI justru didominasi pelemahan dari 111 emiten dan 36 lainnya bertahan stagnan.
Sentimen The Fed dibarengi indeks bursa regional yang melemah juga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Turun 43,213 poin (0,98%), IHSG kembali turun ke level 4.347,160.
Lantai bursa kali ini hanya menghimpun dana Rp 3,36 triliun dengan posisi asing kembali melakukan aksi jual Rp 253 miliar.
Kekhawatiran juga muncul dari pasar keuangan. Rupiah yang sempat bertahan di level 13.400, kini justru semakin melemah. Sore ini rupiah terpangkas 68 poin (0,47%) menjadi 14.401 per dollar AS.