Pelantikan Presiden-Wapres, Ini Gaji yang Akan Diterima Jokowi-Maruf Amin

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 20 Oktober 2019 12:01
Pelantikan Presiden-Wapres, Ini Gaji yang Akan Diterima Jokowi-Maruf Amin
Berapa juga yang akan diterima Maruf Amin?

Dream Joko Widodo dan Maruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden hari ini, Minggu, 20 Oktober 2019. Pasangan pemimpin baru ini akan mengembang amanat memimpin Indonesia selama peridoe 2019—2024.

Selain proses pelantikan yang rencananya akan digelar sederhana, salah satu yang tak luput dari perhatian adalah penghasilan yang akan diterima Joko Widodo dan Maruf Amin. 

Merujuk Undang-Undang No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, tertulis gaji pokok presiden sebesar 6 kali gaji pokok tertinggi pejabat negeri Indonesia selain presiden dan wakil presiden.

Sementara gaji yang diterima wakil presiden empat kali daripada gaji pokok yang diterima oleh pemimpin lembaga tertinggi.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi Negara, gaji pokok yang diterima oleh pemimpin lembaga tertinggi, seperti ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), sebesar Rp5,04 juta.

Jika menggunakan ketentuan UU tadi, gaji pokok yang akan diterima presiden adalah sebesar Rp30 juta per bulan, sedangkan wapres mendapatkan Rp20,16 juta.

1 dari 6 halaman

Besaran Tunjangan Presiden dan Wapres

Selain gaji, Jokowi dan Maruf akan mendapatkan tunjangan jabatan per bulan. Sesuai dengan Keputusan Presiden No. 68 Tahun 2001, tunjangan yang diterima presiden sebesar Rp32,5 juta, sedangkan wakil presiden Rp22 juta.

Ditambah dengan tunjangan, total gaji yang diterima oleh presiden sebesar Rp62,74 juta, sedangkan wakil presiden Rp42,16 juta setiap bulannya.

Selain itu, menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden, pasal 3 menyebut bahwa presiden dan wakil presiden akan mendapatkan fasilitas pembayaran biaya yang berhubungan dengan tugas kewajibannya, biaya rumah tangga, serta biaya perawatan kesehatan dan keluarganya.

Pasal 5 UU No. 7 Tahun 1978 mengatakan presiden dan wakil presiden mendapatkan rumah dinas dengan segala kelengkapannya. Dua pemimpin negara juga akan mendapatkan kendaraan dengan pengemudinya.

2 dari 6 halaman

Ada Menteri Lama Dipertahankan Jokowi di Periode II, Siapa Dia?

Dream – Pelantikan Joko Widodo sebagai presiden Indonesia periode 2019—2024 tinggal hitungan hari. Direncanakan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin akan menjalani proses pelantikan pada Minggu 20 Oktober 2019 jam 14.00 WIB.

Selain momen pelantikan, publik menunggu jajaran kabinet baru yang akan dibentuk pasangan pemimpin baru lima tahun ke depan ini.

Berbicara usai pertemuan dengan pimpinan DPR RI, Presiden memberikan sedikit bocoran tentang jajaran menteri yang akan dipilihnya untuk periode kedua. 

 

 

Dikutip dari setkab.go.id, Rabu 16 Oktober 2019, Jokowi memastikn akan ada sejumlah menteri yang tetap dipertahankan. Orang-orang ini akan bersamanya untuk menjalankan pemerintahan pada periode 2019—2024.

“ Ya, ada yang lama,” kata dia setelah menerima pimpinan MPR RI di Jakarta.

Tapi, tak disebutkan siapa saja orangnya.

3 dari 6 halaman

Ada Juga yang `Baru`

Selain orang-orang “ lama”, Jokowi juga akan memasukkan orang-orang baru. Bahkan dia menegaskan anggota kabinet 5 tahun ke depan akan lebih banyak diisi oleh wajah-wajah baru. 

Saat ditanya tentang persentase menteri lama dengan yang baru, Jokowi tak menyebut angka pasti. “ Belum dihitung persentasenya,” kata dia.

Tentang siapa saja orang yang menjadi menteri-menterinya, Jokowi akan mengumumkannya setelah pelantikan presiden. 

4 dari 6 halaman

Inilah Daftar Pencapaian 17 Program Jokowi-JK Selama 5 Tahun

Dream - Kurang dari sebulan masa kerja kabinet Indonesia Kerja akan berakhir. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memamerkan sejumlah keberhasilan yang diraih pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK).

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019, Bambang menyatakan keberhasilan Jokowi-JK terlihat dari pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi.

 

 

Pemerintah Jokowi-JK dilaporkan telah mencatat rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun ini di kisaran 5 persen, atau lebih lebih rendah dibandingkan RPJMN 5 tahun sebelumnya yang rata-ratanya mendekati 5,5 persen-6 persen.

Namun, lanjut Bambang, pencapaian pada kabinet periode sebelumnya banyak ditopang harga komoditas yang sangat tinggi.

“ Nah ketika Kabinet Kerja ini dimulai kita tahu bahwa booming harga komoditas itu sudah berakhir," katanya.

 

5 dari 6 halaman

Indeks Pembangunan Manusia Masuk Kategori Tinggi

Meski lebih rendah, Bambang menegaskan pertumbuhan tersebut relatif relatif tinggi untuk ekonomi sebesar Indonesia. " Di bawah negara seperti China dan India tapi di atas masih banyak negara lainnya,” katanya.

Dari data inflasi, Bambang menilai program pengendalain harga menjadi pencapaian yang cukup berhasil. Dalam 5 tahun terakhir, laju inflasi rata-rata berada di kisaran 3 sampai 4 persen. 
“ Jadi ini salah satu prestasi yang terbaik karena kita bisa menjaga stabilitas inflasi pada tingkat rendah yang berarti bisa memperkuat atau mempertahankan daya beli masyarakat,” ucap Bambang.

Keberhasilan juga dicapai pada tingkat kemiskinan yang bisa diturunkan sampai single digit mulai tahun 2018. Data terakhir menunjukkan tingkat kemiskinan kemungkinan dapat ditekan lagi ke kisaran 9,2% sampai akhir 2019. 

Dalam hal pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM), mantan menteri keuangan ini menyampaikan Indonesia telah berada di kategori tinggi atau high human development index. Diperkirakan pada akhir 2019, IPM bisa menyentuh angka 72 dari sebelumnya 70 di tahun 2016.

“ Secara implisit bisa saya sampaikan bahwa kalau dibandingkan antara yang tercapai dengan yang katakan sulit tercapai, karena data akhirnya masih belum ada paling tidak yang tercapai lebih besar daripada yang kategori sulit atau yang nantinya tidak tercapai,” jelas Bambang.

 

6 dari 6 halaman

Daftar Target yang Tercapai dan Sulit Tercapai

Berikut adalah daftar pencapaian yang telah dilakukan Kabinet Kerja 2014-2019:

A. Tercapai
1. Inflasi, 
2. tingkat pengangguran terbuka
3. penyedia lapangan kerja
4. Indeks Pembangunan Manusia
5. Stunting
6. Prevelensin untuk tuberkolusis
7. Pendidikan rata-rata lama sekolah di atas 15 tahun
8. Dwelling tim menjadi 3,32
9. Tercapaunya target Rasio Elektrifikasi 96,6 persen
10. Konsumsi per kapita mencapai 1200 KWh
11. indeks Gini Ratio turun dari di atas 0,40 menjadi sekitar 0,382
12. Pemenuhan minimum essential force, alutsista
13. Partiipasi politi tercapai 81,7 persen

B. Sulit Tercapai
1. Penegakan hukum
2. Belanja Pemerintah daerah (APBD) lebih banyak untuk biaya pegawai
3. Tax Ratio
4. Kedatangan Wisatawan Mancanegara diperkirakan hanya tercapai 17-18 juta dari target 20 juta

(Sumber: Setkab.go.id)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara