Diskon Jam Kerja Ibu Bekerja Ditelaah Serius

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 2 Desember 2014 13:13
Diskon Jam Kerja Ibu Bekerja Ditelaah Serius
Wacana pemotongan jam kerja bagi ibu bekerja terus dikaji pemerintah. Apa alasannya?

Dream - Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla tampaknya serius dengan idenya memangkas jam kerja bagi para pekerja wanita.

Keseriusan ini salah satunya terlihat dari pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri yang mengaku tengah mengkaji pemotongan jam kerja pekerja wanita.

Menurut Hanif, pemotongan jam kerja terutama ditujukan bagi pekerja wanita yang memiliki anak usia sekolah.

" Tujuan utamanya sangat peduli masa depan anak-anak," kata Hanif seperti dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Selasa, 2 Desember 2014.

Hanif menyatakan, dengan jam kerja yang berlaku saat ini, waktu berkumpul ibu bersama anaknya menjadi sangat terbatas.

" Hal ikhwal kasih sayang yang mungkin selama ini diserahkan kepada orang lain," katanya.

Meski mulai mengkaji kebijakan yang diinisiasi Wakil Presiden tersebut, Hanif belum bisa memastikan kapan aturan ini bisa berlaku.

Usul pemotongan jam kerja bagi ibu-ibu yang bekerja pertama kali muncul ketika Jusuf Kalla menerima perwakilan Persatuan Umat Islam (PUI) di kantornya.

Kala itu, Wapres menginginkan agar jam keberangkatan para ibu bekerja diperlambat satu jam sementara jam pulang dipercepat.

" Beliau mencontohkan di beberapa negara maju, dulu di Jepang begitu. Bukan berarti membatasi peran wanita tapi agar lebih banyak memberikan perhatian untuk menyiapkan anak bangsa ke depan," ujar Ketua Umum DPP PUI Nurhasan Saidi.

Beri Komentar