Dampak Kebakaran Hutan Di Kalimantan
Dream - Musibah kebakaran kerap terjadi dan menimpa siapa saja. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang ini.
BACA JUGA : Bacaan Doa Tolak Balak yang Diajarkan oleh Rasulullah
Kita bisa lihat sendiri bagaimana sebagian hutan di Indonesia terbakar parah. Selain habitat di dalamnya habis, dan kita juga terkena imbasnya berupa asap.
Tak hanya di Indonesia, asap kebakaran hutan membumbung tinggi dan menutupi langit hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan lain sebagainya. Dampaknya, banyak orang terkena penyakit pernapasan.
Bahkan ada yang sangat parah, asap kebakaran menyebabkan bayi baru berusia tiga hari meninggal dunia. Begitu besarnya bahaya yang ditimbulkan kebakaran baik langsung maupun tidak.
Untuk berlindung dari bahaya kebakaran, dianjurkan untuk membaca doa ini. Doa tersebut terdapat dalam hadis diriwayatkan Imam An Nasai.

Allahumma inni a'udzu bika minal hadmi, wa a'udzu bika minat taraddi, wa a'udzu bika minal gharqi wal hariqi, wa a'udzu bika an yatakhabbathanisy syaithanu 'indal mauti, wa a'udzu bika an amuta fî sabilika mudbiran, wa a'udzu bika an amuta ladighan.
Artinya,
" Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang."
Selain berdoa, terdapat amalan lain agar terhindar dari kebakaran. Amalan tersebut yaitu dengan mengucapkan takbir begitu melihat ada kebakaran.
Terdapat banyak riwayat yang menjelaskan amalan ini. Salah satunya riwayat Imam Ibnu Sunni.
" Jika kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah. Sesungguhnya takbir memadamkam kebakaran."
Juga riwayat Imam Baihaqi.
" Padamkanlah kebakaran dengan takbir."
Dream - Rezeki berupa harta dan kekayaan diberikan Allah kepada setiap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Dengan rezeki, manusia bisa melangsungkan hidup serta berbagi dengan sesamanya.
Setiap orang tentu ingin memiliki harta. Mereka pun berusaha untuk mendapatkan harta tersebut.
Namun demikian, tidak semua harta bisa memberikan manfaat. Bahkan ada harta yang justru mendatangkan kemudharatan karena diperoleh dengan cara yang tidak sesuai syariah.
Harta yang penuh manfaat menghadirkan ketenangan dalam hidup. Juga mengarahkan pemiliknya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Agar diberikan harta penuh manfaat oleh Allah SWT, dianjurkan untuk membaca doa shalawat ini.

Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina muhammadin ghina a faqri wa hayata ruhi wa syarha qolbi wa najati fid dunya wal akhirati.
Artinya,
" Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, rahmat yang bisa memberikan kekayaan dari kefakiranku, kehidupan ruhku, kelapangan hati dan keselamatanku di dunia dan di akhirat."
Dream - Ketika terjadi kekeringan parah, kehadiran hujan sangat diharapkan. Hujan ibarat momen pembangkit energi yang hampir lenyap.
Air merupakan benda yang memiliki fungsi amat vital bagi kehidupan. Setiap makhluk mungkin bisa bertahan dalam waktu lama jika tanpa makanan namun tidak dengan kekurangan air.
Kondisi kekeringan yang terjadi seperti sekarang ini menyebabkan sebagian daerah kekurangan air. Masyarakat harus mengeluarkan upaya lebih demi bisa mengakses air bersih.
Sementara di daerah lain, musim kering menjadi faktor yang mendukung terbakarnya lahan. Sedikit saja api menyala di semak, dengan cepat menyebar dan menimbulkan kebakaran hutan.
Kekeringan juga pernah dialami Rasulullah Muhammad SAW. Agar diturunkan hujan, Rasulullah memanjatkan doa kepada Allah.
Ada beberapa doa Rasulullah meminta hujan kepada Allah. Salah satunya doa berikut, yang diriwayatkan Imam Abu Dawud.

Allahummasqina ghaitsan mughitsan mariam mari'a, nafi'an ghaira dlarrin, 'ajilan ghaira ajilin.
Artinya,
" Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda."