Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Terry Loong (Foto: Facebook)
Dream - Entah bagaimana rasanya jadi Tery Loog. Ibu asal China ini tak mandi selama satu bulan setelah melahirkan. Ia juga tak menerima tamu dan keluar rumah.
Rupanya hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Perempuan Asia yang menetap di London ini rupanya menjalani tradisi Cina yaitu postpartum confinement, atau karantina selama 30 hari.
Dalam praktiknya tradisi yang dilakukan usai melahirkan, dilakukan dengan tak menerima kunjungan dan tak mandi ini bertujuan untuk membatu ibu memulihkan tubuhnya setelah mengandung sampai menjalani persalinan.
Tradisi ini juga dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada ibu dan bayi untuk membangun ikatan tanpa adanya gangguan.
Selama 30 hari menjalani tradisi tersebut, Terry mengungkap kalau memang aroma tubuhnya sangat tidak.
" Setelah persalinan, saya mengeluarkan darah dan keringat. Rambut saya benar-benar berminyak dan saya mencium bau cairan tubuh, tetapi saya tak peduli, itu adalah hal paling alami di dunia. Saya tahu saya bau, tapi saya berkomitmen untuk melanjutkannya," ujar Terry dikutip dari The Sun.
Meski begitu Terry tak benar-benar mengabaikan kebersihan tubuhnya. Ia tetap membersihkan daerah kewanitaannya, juga menggunakan baking powder untuk meyerap minyak rambutnya yang tak dicuci selama 30 hari.
Baginya, menjalani tradisi ini dapat membantunya kembali pulih setelah merasa lelah mengandung dan melahirkan, serta membantunya menjadi ibu terbaik.
" Kelelahan yang saya rasakan menjadi kejutan untuk tubuh saya. Saya tahu saya butuh istirahat, jadi saya memutuskan untuk mencobanya karena saya pikir itu akan memberi kesempatan untuk saya untuk pulih dengan baik dan istirahat secara mental, sehingga saya bisa menjadi ibu terbaik," tuturnya.
Sumber: Lanny Kusumastuti/ Bintang.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya