Doa Sujud Sahwi dan Artinya, Dilengkapi Hadis, Penyebab Kesunahan serta Tata Caranya

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 17 Juni 2022 06:01
Doa Sujud Sahwi dan Artinya, Dilengkapi Hadis, Penyebab Kesunahan serta Tata Caranya
Sujud sahwi dilakukan hanya ketika seseorang dalam sholatnya melakukan salah satu dari lima hal berikut ini:

Dream - Sholat fardhu merupakan kewajiban setiap kaum Muslim yang tidak boleh ditinggalkan bahkan ketika sedang sakit maupun dalam perjalanan. Dalam praktiknya, tata cara sholat dijelaskan secara lebih rinci oleh para ulama ahli fikih berdasarkan sumber-sumber hukum Islam. Segala hal tentang sholat seperti syarat, rukun, bacaan, hal yang disunahkan hingga yang membatalkannya telah dijelaskan oleh para ulama terdahulu.

BACA JUGA : Tujuan Dan Tata Cara Sujud Sahwi Yang Benar

Saat mengerjakan sholat, terkadang seorang Muslim lupa tidak menjalankan salah satu rukun sholat yang dikhawatirkan membuat ibadahnya menjadi tidak sah. Jika kondisi ini terjadi, maka dianjurkan untuk melaksanakan sujud sahwi sebagai gantinya.

Saat melakukan sujud sahwi juga dianjurkan dilakukan dengan membaca doa sujud sahwi dan mengetahui artinya penting diketahui kaum Muslim. Dengan mengetahui doa sujud sahwi dan artinya, kamu tidak akan kebingungan jika menemui kondisi yang mengharuskan melakukan sujud sahwi.

Lantas bagaimana bacaan doa sujud sahwi dan artinya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini lengkap dengan hadis Nabi Saw, hal-hal yang menyebabkan dan tata caranya.

1 dari 4 halaman

Hadis tentang Sujud Sahwi

Sujud sahwi juga pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Salah satu riwayat mengatakan Rasulullah SAW pernah lupa jumlah rakaat sholat Isya’. Kemudian para sahabat menanyakan sholat Isya pada malam itu yang hanya dua rakaat saja.

Rasulullah Saw menanyakan kembali apakah benar jumlah rakaat sholat Isya yang baru saja dilaksanakan hanya dua rakaat atau tidak. Para sahabat menjawab iya, kemudian Rasulullah mengajak semua jamaah untuk menyempurnakan sholat Isya’ menjadi empat rakaat dengan mengerjakan dua rakaat yang tertinggal.

Selepas salam, Rasulullah mengerjakan sujud sahwi dua kali untuk pertama kalinya. Peristiwa inilah yang menjadi latar belakang dianjurkannya sujud sahwi ketika lupa jumlah rakaat ketika sholat.

Menurut referensi kitab-kitab Syafi’iyah, banyak dijelaskan tentang sujud sahwi yang hanya sebatas kesunnahan, misalnya seperti yang terdapat dalam kitab Dalil al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj karya Syekh Abu Abdurrahman Rajab Nuri berikut ini:

“ Sujud Sahwi tergolong sunnah muakkad, meskipun pada shalat sunnah, selain pada shalat jenazah. Sujud sahwi ini berfungsi mencegah kekurangan dalam shalat.”

Menurut Imam Asy-Syafi’i dalam qaul qadim dalam Kitab al-Um, orang yang meninggalkan sujud sahwi dalam sholat maka tidak wajib mengulang kembali sholatnya, sehingga sholat yang ia lakukan tetap dihukumi sah dan menggugurkan kewajibannya.

2 dari 4 halaman

Penyebab Kesunahan Sujud Sahwi

Ilustrasi© Freepik.com

Telah disinggung sebelumnya, sujud sahwi dilakukan hanya ketika seseorang dalam sholatnya melakukan salah satu dari lima hal berikut ini, dikutip dari laman NU Online:

  1. Disunahkan melaksanakan sujud sahwi apabila pada saat sholat meninggalkan sunnah ab’ad, yang meliputi qunut saat subuh, tasyahud awal, sholawat kepada Nabi pada tahiyat, sholawat kepada Nabi pada saat tahiyat akhir, duduk tasyahud awal.
  2. Ketika lupa melaksanakan sesuatu yang membatalkan sholat jika disengaja, seperti memanjangkan bacaan dalam I'tidal yang harusnya dibaca pendek, dan duduk di antara dua sujud. Keduanya merupakan rukun qashir yang tidak boleh dipanjangkan.
  3. Ketika memindah rukun qauli (ucapan) bukan pada tempatnya, sekiranya memindah rukun ini tidak termasuk hal yang membatalkan sholat. Contohnya adalah membaca Al-Fatihah pada saat duduk di antara dua sujud dan contoh-contoh yang semisal.
  4. Sujud sahwi disunahkan ketika seseorang ragu dalam hal meninggalkan sunnah ab'ad. Adakalanya kita ragu sudah melaksanakan qunut ataukah belum, maka hakikatnya kita dianggap tidak melaksanakan qunut tersebut.
  5. Melakukan perbuatan yang kemungkinan tergolong sebagai tambahan. Contohnya, ketika seseorang lupa hitungan rakaat sholat, ia ragu apakah telah sampai rakaat ketiga atau sudah keempat. Kondisi ini dikembalikan ke hukum asal yaitu rakaat ketiga, sehingga ia wajib menambah satu rakaat lagi.
3 dari 4 halaman

Cara Melakukan Sujud Sahwi

Apabila sholat perlu ditambal karena ada kekurangan, maka tata cara sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Sedangkan jika sholatnya sudah pas atau berlebih, hendaklah sujud sahwi dilakukan sesudah salam dengan tujuan menghinakan setan.

Para ulama pun sepakat, letak sujud sahwi di antara sebelum dan sesudah dalam hanya bersifat anjuran. Artinya, jika terjadi salah posisi saat sujud sahwi, sholat tetap sah. Hal ini sesuai dengan penjelasan al-Khithabi.

Sujud sahwi sebelum salam, dilakukan untuk kondisi:

  • Melewatkan tasyahud awal atau salah satu rukun sholat lainnya.
  • Ragu jumlah rakaat sholat dan tidak bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan.

Sujud sahwi setelah salam, dikerjakan untuk kondisi:

  • Kelebihan jumlah rakaat sholat.
  • Kelebihan gerakan dalam sholat.
  • Ragu dan bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan.

Sujud sahwi dilakukan dua kali sujud pada akhir shalat baik sebelum maupun sesudah salam. Ketika hendak sujud disyariatkan mengucapkan takbir Allahu Akbar, begitupula ketika hendak bangkit dari sujud. Sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud yang dipisah dengan duduk sejenak.

" Lalu beliau sholat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit." (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits Imron bin Hushain berikut:

" Kemudian beliau pun sholat satu rakaat (menambah rakaat yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi." (HR. Muslim no. 574)

Sujud sahwi tidak perlu takbiratul ihrom tapi cukup mengucapkan takbir.

4 dari 4 halaman

Doa Sujud Sahwi dan Artinya dalam Kitab Fathul Mu’in

Ilustrasi© Pixabay.com

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَسْهُو وَلَا يَنَامُ

Subhāna man lā yashū wa lā yanāmu

Artinya,

“ Mahasuci Zat yang tidak lupa dan tidak tidur.”

 

Doa Sujud Sahwi dan Artinya dalam Kitab Nihayatuz Zain

Kemudian Syekh M Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bacaan doa sujud sahwi dan artinya berikut ini:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَسْهُو وَلَا يَغْفُلُ

Subhāna man lā yashū wa lā yaghfulu

Artinya,

“ Mahasuci Zat yang tidak lupa dan tidak lalai.”

Itulah bacaan doa sujud sahwi dan artinya lengkap dengan penjelasan tentang sebab musabab disunahkannya sujud sahwi. Melakukan sujud sahwi dan membaca doanya sebenarnya dilakukan beberapa kaum muslim demi menyempurnakan ibadah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Beri Komentar