Industri Kreatif 'Ditunggu' Rp36 Triliun di Pasar ASEAN

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 13 September 2019 13:36
Industri Kreatif 'Ditunggu' Rp36 Triliun di Pasar ASEAN
Saat ini, industri kreatif terus menggeliat.

Dream – Sektor ekonomi kreatif terus menggeliat. Para pelaku industri kreatif terus mendorong pertumbuhan sektor ini seiring dengan perkembangan pasar di kawasab ASEAN yang semakin cepat.

Peluang ini disambut lewat gelaran ASEAN Lifestyle Week, yang dihelat di Hall 4 Kuala Lumpur Convention Center pada 13-14 September 2019.

 ASEAN Lifestyle Week (1)

“ The Asean Lifestyle Week 2019 merupakan tonggak sejarah untuk menciptakan budaya belajar, perkembangan, dan iklim kewirausahaan yang berkelanjutan di kawasan,” ujar Menteri Pengembangan Kewirausahaan Malaysia, Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat 13 September 2019.

Redzuan mengatakan, Masyarakat Ekonomi ASEAN mendorong negara-negara ASEAN tidak hanya menjadi kawasan menguntungkan bagi investor dan pelaku bisnis, tetapi juga konsumen.

 ASEAN Lifestyle Week (2)

“ ASEAN menawarkan peluang dalam bentuk pasar besar mencapai US$2,6 miliar (setara Rp36,2 triliun) dan lebih dari 622 juta jiwa,” kata dia.

1 dari 5 halaman

MEA Dorong ASEAN

2 dari 5 halaman

Perlu Ekosistem

Pertumbuhan membutuhkan ekosistem agar dapat berkelanjutan. Ridzuan menilai penyelenggaraan ASEAN Lifestyle Week sejalan dengan Kebijakan Kewirausahaan Nasional Malaysia 2030.

“ Harapannya dapat menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kondusif dan menyeluruh demi perkembangan sosio ekonomi Malaysia yang berkelanjutan, berimbang dan inklusif,” kata dia.

 ASEAN Lifestyle Week (3)

Gelaran ini melibatkan puluhan pelaku usaha kecil dan menengah di kawasan ASEAN. Terdapat sekitar 70 booth yang menawarkan produk-produk UKM, mulai fashion, kerajinan tangan, hingga makanan ringan.

3 dari 5 halaman

Anggota ASEAN dan Jepang Kepincut Keuangan Syariah

Dream - Keuangan syariah menyimpan potensi yang menggiurkan. Hal inilah yang membuat sejumlah negara anggota ASEAN tertarik mengadopsi konsep berbasis hukum Islam ini.

Fakta ini disampaikan Advisor Group Dukungan Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Triyono. Dia baru kembali dari pertemuan dengan perwakilan beberapa negara ASEAN di Manila, Filipina.

" Negara ASEAN lain menjajaki kemungkinan adopsi dan konsep perbankan syariah," kata Triyono dalam diskusi 'Strategi Penguatan Sumber Daya Insani Sektor Jasa Keuangan Syariah di Era Masyarkaat Ekonomi Syariah' di Jakarta, Kamis, 8 Desember 2016.

Tidak hanya negara ASEAN, kata Triyono, Jepang juga menyatakan ketertarikan yang sama dan akan mengembangkan keuangan syariah. Negeri Sakura ini sampai 'berguru' ke Indonesia tentang keuangan syariah.

" Dia mau belajar keuangan syariah, bukan belajar dari Malaysia, tetapi Indonesia. Kami menggelar seminar dan dihadiri oleh pelaku industri keuangan di Jepang," kata dia.

Triyono mengatakan Indonesia dan Malaysia yang menjadi penggerak utama keuangan syariah di dunia. Terlebih, Indonesia saat ini menjadi penerbit surat utang syariah terbesar di dunia.

" Kita patut diperhitungkan (dalam pasar keuangan syariah dunia)," kata dia.(Sah)

4 dari 5 halaman

5 dari 5 halaman

UKM Didorong Buat Strategi Hadapi Era Persaingan ASEAN

Dream – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tantangan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Pemerintah meminta UKM untuk menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan ini.

“ Saya menyarankan UKM harus memiliki strategi pemasaran dan promosi. Misalnya memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis agar bisa memasarkan produknya,” kata Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LPP-KUKM), Ahmad Zabadi, di Jakarta, dalam acara “ Gebyar UKM Indonesia 2016: Membangun Kewirausahaan Lokal” di Galeri Indonesia WOW SMESCO RumahKu, Jakarta, beberapa hari yang lalu.

Zabadi mengatakan pemerintah selama ini tak pernah tidak tinggal diam membantu para pengusaha UKM. Upaya meningkatkan kualitas dan mempromosikan produk UKM terus dilakukan, salah satunya dengan menggelar Gebyar UKM.

Kegiatan ini diakui menjadi kegiatan strategis bagi LPP-KUKM untuk mendukung UKM agar berpengalaman dalam mengembangkan produk unggulan yang bisa dipromosikan di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

Sekadar informasi, Gebyar UKM ini diselenggarakan di 18 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Solo, Palembang, Balikpapan, Makassar, Pekanbaru, Surabaya, Bandung, Manado, Pontianak, Yogyakarta, Semarang, Banda Aceh, Padang, Banjarmasin, Jayapura, dan Bali. Acara ini dibuka di Jakarta dan ditutup di Bali. Kegiatan ini akan menghadirkan tiga agenda utama, yaitu seminar, kurasi produk, dan pameran.

“ Acara ini membuka peluang bagi para UKM untuk menunjukkan kualitas produknya melalui kurasi Nah, nanti kurasi ini akan dipilih oleh Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM, Samuel Wattimena,” kata dia.

Zabadi mengatakan acara Gebyar UKM 2016 ini, untuk edisi perdana, merupakan kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dan MarkPlus Inc. Mereka juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain, seperti International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Bank BCA, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Lazada. Gebyar UKM ini menjadi tolok ukur bagi UKM mitra LPP-KUKM untuk mengembangkan promosi dan pemasarannya.

“ Dalam kegiatan itu, kesempatan bagi UKM menunjukkan kualitas produk  di hadapan masyarakat dan kurator,” kata dia.(Sah)

[crosslink_1]

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone