Driver Gojek Ancam Demo Jika Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 21 Oktober 2019 17:12
Driver Gojek Ancam Demo Jika Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi
Mereka meminta satu urusan ini dituntaskan oleh Nadiem.

Dream - Sejumlah driver Gojek rupanya tidak setuju bila bos mereka, Nadiem Makarim, menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Para driver Gojek yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) bahkan mengancam bakal berdemo bila Nadiem menjadi menteri.

" Ojol tidak setuju apabila Nadiem Makarim jadi salah satu menterinya Jokowi. Akan ada pergerakan seluruh Indonesia sebagai penolakan," kata Ketua Presidium Garda, Igun Wicaksono, dikutip dari Liputan6.com, Senin 21 Oktober 2019.

Dia mengatakan driver ojek online yang menolak tak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Sumatera dan seluruh Jawa. Mereka siap turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan.

" Ketua-ketua ojol dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa sudah komunikasi dengan saya, mereka siap bawa massa ojol untuk masuk Jakarta, melakukan aksi unjuk rasa besar penolakan Nadiem jadi menteri," kata Igun.

Nadiem Makarim memang disebut-sebut bakal masuk kabinet Jokowi. Pendiri Gojek itu bahkan telah datang ke Istana Negara, bertemu dengan Jokowi. Nadim juga telah mengajukan pengunduran diri dari Gojek.

1 dari 6 halaman

Mengapa Demo?

Walaupun sudah tak lagi menjabat sebagai bos, Igun menilai Nadiem tercatat masih memiliki bisnis Gojek.

" Secara struktural manajemen iya dia melepas, tapi Nadiem adalah pendiri sekaligus masih ada saham kepemilikan di Gojek," kata dia.

Igun meminta Nadiem untuk mensejahterakan para pengemudi ojek online sebagai mitra kerjanya. Setelah beres, barulah dia bisa jadi menteri.

" Nadiem Makarim boleh besar dengan berderet gelar akademik dan valuasi Gojeknya yang triliunan rupiah. Namun dibalik itu, jutaan para mitra ojek onlinenya berdarah-darah di lapangan dan jauh dari sejahtera dari segi pendapatan. Intinya ojol mitranya belum happy,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Driver Grab Juga Ikut` Turun`?

Tak hanya driver ojol yang berstatus Mitra Gojek saja yang menggelar aksi. Igun mengisyaratkan driver ojol dari perusahaan lain, seperti Grab, juga ikut protes.

 

 

" Bisa jadi non-Gojek juga ikut serta sebagai bentuk solidaritas dan mengusung nama ojek online secara keseluruhan," kata dia.

(Summber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

3 dari 6 halaman

Nadiem Makarim Mundur dari Gojek Usai Dipanggil Jokowi

Dream - Nadiem Makarim menjadi salah satu yang memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bos Gojek itu diajak berbicara mengenai susunan menteri kabinet baru Jokowi.

Nadiem mengaku mendapat tawaran dari Jokowi untuk menjadi menteri. Nadiem pun menyatakan bersedia menerima tawaran tersebut.

" Sudah dikasih tahu dan saya menerima," ujar Nadiem, dikutip dari Liputan6.com, Senin 21 Oktober 2019.

 

 

Nadiem tenar sebagai bos perusahaan aplikasi transportasi online, Gojek. Terkait posisinya di Gojek, Nadiem memutuskan mundur dari jajaran pemimpin perusahaan tersebut.

" Per hari ini, posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali di Gojek," kata dia.

Terkait posisi menteri apa yang akan dia pegang, Nadiem enggan memberikan keterangan. Dia mengaku tidak punya kewenangan mengenai hal ini.

" Saya belum boleh bicara mengenai itu (menteri). Itu hak prerogratif Presiden," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani)

4 dari 6 halaman

Diundang ke Istana, Ini Profil Nadiem Makarim

Dream – CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Nadiem Makarim, datang ke Istana Negara, Senin 21 Oktober 2019. Nadim yang mengenakan kemeja putih datang dengan senyum terkembang.

Dikutip dari Liputan6.com, Nadiem mengaku mendapat tawaran posisi menteri dari Jokowi. Dia mengaku menerima tawaran tersebut.

" Masalah posisi sesifik saya tidak boleh bicara karena itu hak prerogatif presiden," kata Nadiem Makarim setelah keluar dari Istana Negara.

Nadiem mengaku diajak diskusi oleh Jokowi selama berada di dalam istana. " Diskusi butir-butir ke depan," tutur dia.

 

 

Pemilik startup decacorn ini memang santer disebut-sebut masuk jadi anak buah Jokowi. Nadiem sering disebut menjadi menteri urusan digital dan ekonomi kreatif.

Sekadar informasi, jelang pengumuman kabinet Jokowi periode 2019—2024, sejumlah tokoh penting diundang ke Istana. Selain Nadiem, tokoh yang menyambangi Istana adalah Mahfud MD.

Sumber: Liputan6.com/Lisza Egenham

5 dari 6 halaman

Siapa Nadiem?

Pria kelahiran 1984 ini lahir di Singapura serta mengenyam pendidikan jurusan Hubungan Internasional Brown University, Amerika Serikat, pada 2002 dan lulus tahun 2006. Pada 2009, Nadiem melanjutkan pendidikan pasca sarjana Master of Bussiness Administration di Harvard Business School.

Pada 2010, anak pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri, mendirikan Gojek. Semula, perusahaan ini menawarkan bisnis pengiriman barang dan layanan ride hailing dengan sepeda motor. 

Kini, layanannya telah bertransformasi menjadi “ super app”. Layanannya tak hanya berbasis di bidang ojek online, tetapi juga pengiriman makanan, belanja kebutuhan sehari-hari sampai jasa pijat. Di bawah kepimimpinan Nadiem, Gojek juga mengembangkan sayap ke negara tetangga, yaitu Thailand dan Vietnam.

Kini, Gojek telah menjadi perusahaan decacorn. Nilai perusahaannya menembus angka US$10 miliar (Rp141,02 triliun). Berkat kesuksesan Gojek, harta Nadiem turut meroket. Menurut Globe Asia, pria ini masuk ke dalam daftar 150 orang kaya Indonesia. Kekayaan Nadiem mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,41 triliun.

6 dari 6 halaman

Gojek Siapkan Pengganti Nadiem Makarim, Siapa Dia?

Dream – Gojek telah menunjuk pengganti Nadhiem Makarim yang mengundurkan diri setelah diproyeksikan menjadi salah satu menteri di Kabnet Kerja jilid II.

“ Ke depan, Gojek akan menghadirkan pemimpin baru. Andre Soelistyo, Presiden Gojek Group, dan Kecin Aluwi, Cofounder Gojek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaannnya sebagai co-CEO dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya,” kata Chief Corporate Affair Gojek, Nila Marita, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 21 Oktober 2019.

Rencananya, penggantian pemimpin ini akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. “ Kami telah memiliki rencana yang matang ke depan dan akan mengumumkan lebih jauh mengenai arti pengumuman ini bagi perusahaan dalam beberapa hari ke depan,” kata Nila.

 

 

Gojek mengapresiasi pemanggilan Istana terhadap Nadiem tentang kabinet Jokowi jilid II. Nila mengatakan bahwa belum pernah pendiri startup lokal dipanggil untuk ikut oleh presiden untuk membangun bangsa.

“ Kami sangat bangga karena founder Gojek akan turut membawa Indonesia maju ke panggung dunia. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, di mana visi seorang pendiri startup lokal mendapat pengakuan dan dijadikan contoh untuk pembangunan bangsa,” kata dia.

Gojek, tambah Nila, tak bisa berkomentar lebih jauh tentang pemanggilan Nadiem. “ Gojek menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak akan memberikan komentar lebih jauh sebelum ada pemberitahuan resmi dari pihak Istana,” kata dia.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik