Dua Wanita Indonesia Masuk Daftar Asia's Power Businesswomen 2020

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 17 September 2020 11:11
Dua Wanita Indonesia Masuk Daftar Asia's Power Businesswomen 2020
Pemimpin bisnis dalam daftar itu dinilai telah menjawab tantangan di masa sulit pandemi Covid-19.

Dream - Dua perempuan asal Indonesia masuk dalam daftar 25 Asia's Power Businesswomen 2020 yang dirilis Forbes. Mereka adalah Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty, dan Cofounder dan COO Nusa Satu Inti Artha, Nabilah Alsagoff.

Asia's Power Businesswomen 2020 merupakan daftar wanita wanita mewakili berbagai industri, mulai dari bioteknologi, fintech dan edtech hingga sektor yang lebih tradisional seperti ritel, logistik, dan hukum.

Menurut Forbes, pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh aspek kehidupan terus menguji kepemimpinan. Meski demikian, 25 pemimpin bisnis dalam daftar itu dinilai telah menjawab tantangan itu dan menunjukkan keberanian mereka di masa-masa sulit ini.

Masing-masing memiliki rekam jejak keberhasilan, baik menjalankan perusahaan dengan pendapatan yang cukup besar atau mendirikan perusahaan baru senilai lebih dari US$1 miliar atau Rp14,8 triliun.

1 dari 2 halaman

Dewi Muliaty

Dewi Muliaty sedang belajar untuk mendapatkan izin apoteker ketika profesornya, Andi Wijaya, salah satu pendiri operator laboratorium klinis (penjualan) terbesar di Indonesia, mempekerjakannya sebagai asisten manajer pada tahun 1988.

Dua dekade kemudian, dia menjadi Presiden Direktur dan memimpin ekspansi nasional yang meningkatkan jumlah klinik dari 107 di tahun 2010 menjadi 285 klinik saat ini. Dia juga meningkatkan pengujian untuk gangguan autoimun dan penyakit lainnya, yang menyumbang hampir seperlima dari pendapatan tahun lalu.

Setelah penurunan permintaan mendorong penjualan pada semester I-2020 merosot 18 persen menjadi Rp657 miliar, dia beralih untuk menawarkan pengujian Covid-19 cepat yang dapat dilakukan di drive-through, klinik atau di rumah, dengan hasil diposting online.

2 dari 2 halaman

Nabilah Alsagoff

Pada tahun 2005, ketika Nabilah Alsagoff memulai situs web dengan dewan pariwisata Bali, dia melihat bank lokal tidak dapat memproses pembayaran online yang ditariknya. Jadi dia dan dua temannya mendirikan Nusa Satu Inti Artha yang berbasis di Jakarta, yang paling dikenal dengan nama mereknya Doku.

Doku memelopori transaksi non tunai di Indonesia, melompati bank domestik untuk menawarkan layanan dompet elektronik. Pada tahun 2016, grup media Indonesia Elang Mahkota Teknologi membeli saham mayoritas di Nusa Satu, tetapi Alsagoff tetap menjadi chief operating officer Doku.

Tahun lalu, Doku menangani pembayaran Rp 63 triliun, atau 50 persen lebih tinggi dari tahun 2018 dan menjadikannya layanan pembayaran elektronik terkemuka di Indonesia. Transaksi melonjak karena penduduk rumahan menghindari pandemi, dan Doku telah berkembang menjadi konsultan untuk membantu lebih banyak bisnis bertransaksi secara online.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar