Emiten Komoditas Tumbang, Indeks Syariah Jatuh Lagi

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 10 Maret 2017 16:35
Emiten Komoditas Tumbang, Indeks Syariah Jatuh Lagi
Saham-saham sektor pertambangan bertumbangan.

Dream - Indeks acuan saham syariah Indonesia tak sanggup bertahan di zona positif. Hembusan sentimen negatif dari harga komoditas dan pertemuan bank sentral AS, The Fed, membuat investor malas turun ke lantai bursa.

Aksi jual beli saham syariah jelang libur akhir pekan juga terlihat kurang bersemangat. Hal itu terlihat dari volume dan nilai transaksi yang berkurang.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 10 Maret 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,729 poin (0,42%) ke level 174,102.

Indeks acuan saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terpangka 4,249 poin (0,61%) ke level 694,997.

Kedua indeka syariah tersebut sebetulnya masih melanjutkan laju penguatan di sesi pembukaan perdagangan. Dibuka menguat, ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 175,256.

Namun adanya kabar koreksi harga batu bara membuat investor ramai-ramai melepas saham emiten komoditas.

Volume transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 62,39 juta saham dengan Rp3,21 triliun dana yang ditransaksi pelaku pasar.

Aksi beli investor hanya bisa mengangkat 79 emiten syariah, 3 diantaraya bluechips syariah, melaju ke zona hijau. Sementara 119 lainnya mengalami tekanan jual dan 60 emiten bergerak stagnan.

Hampir seluruh indeks sektoral juga mengalami tekanan. Dipimpin indeks sektor pertambangan yang jatuh 2,15 persen, industri aneka 1,22 persen, dan perkebunan 0,84 persen.

Hanya ada tiga indeks sektoral yang bergerak menguat yaitu industri dasar dengan kenaikan 0,41 persen, perdagangan 0,19 persen, dan barang konsumsi 0,01 persen.

Top gainer bluechips syariah kali ini hanya dihuni tiga emiten yaitu SMGR yang menguat Rp 175, MIKA Rp 30, dan KLBF Rp 10 per saham.

Sementara di jajaran top losser, bertengger saham-saham seperti SILO yang terkoreksi Rp 550, PTBA Rp 475, UNTR Rp 150, UNVR Rp 125, dan AKRA Rp 100 per saham.

Kondisi berbeda terjadi pada pasar keuangan. Kurs rupiah sore ini bergerak menguat meski dengan kenaikan tipis. Kurs dollar AS dijual Rp13.384 atau turun 6 poin (0,04%). (Sah)

Beri Komentar