Erick Thohir Ingin Telkom Lirik Bisnis Cloud

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 24 Februari 2020 13:43
Erick Thohir Ingin Telkom Lirik Bisnis Cloud
Dia sempat menyentil BUMN ini lebih baik tak ada.

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, sempat menyentil PT Telkom Tbk (Persero). Kini, Erick angkat bicara tentang pernyataan ini.

Pada Jumat 21 Februari 2020, dia menyindir Telkom agar perusahaan pelat merah ini bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk bisnis baru, misalnya, database dan cloud.

" Telkom seharusnya mampu memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki untuk mengembangkan bisnis baru, seperti data dan cloud yang saat ini di Indonesia masih saja dikuasai asing," kata dia.

Apalagi, kata Erick, kontribusi Telkom sebagian besar bersumber dari anak usahanya, Tapi, setoran dividen yang besar ini tidak bisa ditransmisikan langsung kepada pemegang saham karena harus melewati Telkom.

" Misal kalian pemegang saham Telkomsel anggap setoran dividen Rp10 triliun. Sebagai pemegang saham dapat dividen Rp10 triliun atau lebih rendah," kata dia.

Erick juga menjelaskan deviden Telkomsel yang merupakan anak usaha Telkom yang disetor tidak akan mencapai Rp 10 triliun. Hal ini dikarenakan dividen yang masuk tidak langsung ke pemilik saham tetapi melalui Telkom, jadi Rp 3 triliun.

" Seharusnya Telkom menyetorkan dividen Rp5 triliun. Tentu hal itu membuat pemegang saham lebih senang karena menerima dividen lebih besar," kata Erick.

Dengan begitu bisnis bisa lebih bagus. Hal ini menguntungkan kedua belah pihak baik perusahaan maupun pemegang saham.

" Kalau gaya saya ke BNI, Telkom bukan menjatuhkan, tapi respons dengan hasil mereka. Ya, kami tunggu. Kalau nggak mau, ya, dikasih komut (komisaris utama) yang bagus dan galak," kata dia.

(Laporan: Rifani Indrianti)

1 dari 6 halaman

Menteri Erick Thohir Sentil Pedas Telkom

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyindir keras kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (Persero). Orang nomor satu di jajaran perusahaan pemerintah ini mengkritik sebagian besar pemasukan dan dividen Telkom berasal dari anak usahanya, PT Telkomsel Indonesia. 

Sentilan Erick semakin keras setelah dia mengusulkan agar Telkom ditiadakan dan menjadikan Telkomsel sebagai BUMN.

“ Enak sih Telkom-Telkomsel dividen revenue digabung hampir 70 persen. Mendingan tidak ada Telkom. Langsung saja Telkomsel ke BUMN. Dividennya jelas,” kata dia di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020, dikutip dari Merdeka.com.

Erick mendesak Telkom mengubah bisnis intinya agar bisa bersaing dengan perusahaan milik negara lain. Dia juga ingin perusahaan pelat merah tersebut memiliki database big data seperti dijalankan Alibaba.

 

 © Dream

 

“ Makanya kita mau Telkom berubah ke arah salah satunya ke database big data, cloud, masa cloud-nya dipegang alicloud [Alibaba Cloud]. Masa database kita diambil negara lain?” kata dia.

Diakui Erick, pemerintah selama ini merasakan manfaat dari keberadaan BUMN terutama untuk menambah pendapatan negara. Selain pajak sektor andalan, BUMN juga senantiasa rutin memberikan dividen karena statusnya sebagai pemegang saham.

Menteri yang juga pengusaha ini mengakui tak semua negara di dunia, bahkan Amerika Serikat (AS) yang memiliki konsep perusahaan milik negara. Namun dari keberadaannya, kontribusi BUMN pada negara sangat signifikan.  

“ Suka tidak suka, kontribusi BUMN ke Indonesia luar biasa dan model BUMN ini memang tidak di semua negara ada, Amerika tidak ada tapi kalau kita lihat China ada, atau pun perusahaan negara di Norwegia ada yang BUMN,” kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

2 dari 6 halaman

Dicibir

Wakil Menteri BUMN 1, Budi Gunadi Sadikin (BGS) mencibir Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menurutnya belum banyak mengantisipasi kecepatan perubahan zaman. Dia khawatir perusahaan bersangkutan pertumbuhannya mati karena tak bisa beradaptasi.

Budi Gunadi memberi contoh salah satu BUMN besar yakni PT Telkom Indonesia yang profitnya di atas Rp20 triliun. Namun perusahaan tersebut secara revenue terhitung datar dengan EBITDA yang makin terdepresi.

“ Saya tanya mereka (Telkom), rencana ke depan seperti apa. Saya bilang, saya punya HP (handphone), saya bayar per bulan Rp1 juta- Rp1,5 juta. Tapi, saya bayar ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di atas infrastruktur mereka, itu mungkin Rp2 - Rp3 juta per bulan," kata dia. 

Budi Gunadi pun mengaku mengeluarkan uang lebih besar untuk aplikasi hiburan di telepon genggamnya seperti Spotify, Google Drive, dan iCloud. 

" Saya di situ spend more money dari pada saya bayar bisnis komunikasi infrastruktur yang dibangun dengan ratusan triliun rupiah per tahun. Kita spend itu bayar ke PT Telkom Indonesia," kata dia.

3 dari 6 halaman

Pesan Khusus Erick Thohir ke Dirut dan Komisaris Baru Garuda Indonesia

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap Irfan Setiaputra bisa menjalankan tugasnya sebagai direktur utama baru PT Garuda Indonesia dengan amanah. Pemerintah juga mengharapkan operasional Garuda Indonesia ke depan akan menjadi lebih baik. 

“ Saya berharap Pak Irfan Setiaputra bisa menjalankan amanah dengan baik,” kata Erick di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 22 Januari 2020.

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk telah menyetujui penunjukan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama baru PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero).

Di jajaran dewan komisaris, RUPSLB menyetujui Triawan Munaf sebagai komisaris utama dan Yenny Wahid menjadi komisaris independen. 

Erick mengatakan, Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia telah berupaya mencari figur terbaik untuk mengelola maskapai pelat merah ini.

 

 © Dream

 

Dengan ditunjukan Irfan, Erick berharap Garuda Indonesia akan menjadi perusahaan yang lebih baik dan “ terbang” lebih tinggi.

Khusus untuk komisaris baru, Kementerian BUMN berharap akan muncul masukan stratego pemasaran serta upaya pemulihan citra Garuda Indonesia yang sempat tercoreng. 

“ Khusus untuk Ibu Yenny Wahid, figur perempuan yang sangat mumpuni, bu Yenny merupakan komisaris independen perwakilan publik yang dapat dipercaya,” kata dia.

4 dari 6 halaman

Sah! Irfan Setiaputra jadi Dirut Garuda Indonesia, Yenny Wahid Komisaris

Dream - Jajaran direksi dan komisaris baru PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) akhirnya resmi ditetapkan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pengangkatan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama baru menggantikan Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara).

Irfan bukan orang baru di kalangan perusahaan milik pemerintah. Pria tinggi jangkung ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirut PT Inti (Persero) di era Menteri BUMN, Sofyan Djalil. 

 

 © Dream

Selain Dirut baru, pemegang saham Garuda Indonesia juga menyetujui penunjukan Triawan Munaf menjadi komisaris utama maskapai penerbangan pelat merah ini. Triawan sebelumnya merupakan mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Nama terkenal lain yang duduk di jajaran komisaris Garuda Indonesia adalah Yenny Wahid, putri dari Presiden Keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

Mengutip laman Liputan6.com, Rabu 22 Januari 2020, berikut adalah daftar lengkap jajaran komisaris dan direksi Garuda Indonesia.

5 dari 6 halaman

Komisaris

1. Komisaris Utama: Triawan Munaf

2. Wakomut Komisaris: Chairal Tanjung

3. Komisaris Independen : Yenny Wahid

4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan

5. Komisaris: Peter Gontha

6 dari 6 halaman

Direksi

1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra

2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria

3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Fuad Rizal

4. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea

5. Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana

6. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi

7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT : Ade R. Susardi

8. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi

(Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna