Facebook Blokir Iklan Politik di Pekan Terakhir Kampanye Pilpres AS

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 4 September 2020 14:34
Facebook Blokir Iklan Politik di Pekan Terakhir Kampanye Pilpres AS
Facebook juga bakal membatasi pengguna menyebarkan percakapan pemungutan suara.

Dream - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Tahun 2016 sepertinya jadi pelajaran perhargaan bagi Facebook. Lewat sang pemiliknya, Mark Zuckerberg, Facebook menyatakan bakal menolak iklan politik sepekan jelang pemungutan suara Pilpres AS tahun ini.

Namun Facebook masih memperkenankan iklan politik untuk tayang sepekan sebelum hari pemungutan suara.

" Kami akan memblokir iklan dan isu politik baru selama pekan terakhir kampanye," tegas Zuckerberg dalam unggahannya dikutip dari akun resmi Facebooknya, Jumat, 4 September 2020.

Menurut Zuckerberg, menghentikan kampanye jelang pemungutan suara menjadi isu penting dan car terbaik untuk menghentikan hate speech kepada pemilik suara. Jelang hari-hari terakhir takkan ada kesempatan pihak lawan untuk membantah klaim yang disebarkan peserta lain.

" Jadi dalam seminggu sebelum pemilihan, kami tidak akan menerima iklan ataupun isu politik baru," katanya.

 

1 dari 3 halaman

Iklan Akan Tayang Transparan

Facebook© facebook

Pengiklan, lanjutnya orang terkaya dunia ini, masih diberi kesempatan beriklan sebelum pekan terakhir kampanye pilpres dan menyesuaikan audience yang dibidik.

" Iklan tersebut akan dipublikasikan secara transparan di Ads Library kami sehingga siapa pun, termasuk pemeriksa fakta dan jurnalis, dapat memeriksanya," tegas Zuckerberg.

 

2 dari 3 halaman

Percakapan Juga Dibatasi

Facebook juga berjanji akan memperpanjang jam kerjanya selama Pilpres untuk menghalau informasi keliru tentang pemungutan suara. Facebook akan bekerja sama dengan KPU setempat untuk mengidentifikasi dan menghapus informasi palsu tetang polling dalam 72 jam terakhir masa kampanye.

Lebih jauh, Facebook juga akan mengurangi risiko konten berisi informasi salah dan sesat dengan membatasi penyebaran melalui Messenger.

" Kamu masih bisa membagikan informasi tentang pemungutan suara, namun kami akan membatasi percakapan yang dikirimkan dalam satu waktu," ujar Zuckerberg.

Kebijakan ini sudah diterapkan Facebook pada platform WhatsApp selama periode sensitif. Hasilnya Facebook menganggap metode ini sebagai cara efektif untuk mengurangi informasi palsu beredar.

 

3 dari 3 halaman


 

Beri Komentar