Galau Pilihan Karier Benar atau Salah? Lakukan 6 Hal Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 8 November 2018 14:30
Galau Pilihan Karier Benar atau Salah? Lakukan 6 Hal Ini
Tak hanya mereka yang baru bekerja, galau dengan profesi yang dijalani juga bisa dialami mereka yang puluhan tahun berkarier. Sebelum ambil keputusan, jawab dulu 6 pertanyaan ini.

Dream – Ketika berada di pekerjaan pertama karena baru lulus kuliah atau telah bekerja selama 20 tahun, beberapa pegawai mungkin pernah merasa galau dengan profesi yang dijalani. Proses ini sebetulnya hal yang lumrah. 

Kegalauan dengan profesi yang dijalani merupakan situasi yang akan membantumu tumbuh dan berkembang pada tingkat profesional maupun pribadi.

Jika kamu saat ini sedang berada di posisi tersebut, ada enam hal yang harus dilakukan seperti dikutip dari keterangan tertulis Jobstreet yang diterima Dream, Kamis 8 November 2018.

Pertama, mulailah dengan pertanyaan “ mengapa”.

Pemikiran ini merupakan cara yang baik untuk mengingatkan diri tentang prioritasmu. Kmau akan Sangat mudah terganggu oleh kebisingan di sekitar kita mulai dari kewajiban keluarga, keinginan untuk persetujuan masyarakat, tekanan teman sebaya. Itulah mengapa penting untuk mengingatkan diri kita tentang " mengapa" kita.

Apakah kamu mempertimbangkan perubahan atau keputusan karena itu yang diinginkan. Atau, ada alasan lain? Mengetahui jawaban atas pertanyaan ini akan membantumu tetap masuk akal dan objektif dalam menimbang pilihan.

Kedua, tanyakan pada diri sendiri hal terburuk yang bisa terjadi.

Alasan utama mengapa banyak dari kita takut melakuka perubahan atau membela keyakinan kita adalah ketidakpastian.

Apakah pekerjaan baru lebih baik dari pekerjaan kamu saat ini? Apakah perubahan karier terlalu berisiko pada usiamu? 

Kamu bisa menyiksa diri dengan semua yang bisa dipikirkan oleh pikiran, tetapi fakta sederhananya tetap sama. Kamu tidak akan tahu sampai mencobanya. Mungkin pertanyaan yang lebih relevan untuk ditanyakan adalah " Apa yang terburuk yang bisa terjadi?" . Skenario terburuk biasanya tidak seburuk yang kita pikirkan. Tentu saja ini bukan akhir dari dunia, itu pasti.

1 dari 2 halaman

Fokus pada Gambaran Besar

Ketiga, fokus pada gambaran besar.

Sangat mudah untuk terganggu rasa takut akan perubahan dan ketidakpastian yang menyertainya.Inilah sebabnya sangat penting untuk tetap fokus pada gambaran besar, yaitu tujuan atau sasaran yang mendorong.

Setiap kali merasa tekad goyah, ingatkan diri tentang gambaran besarnya dan fokus padahal itu.

Keempat, mintalah saran yang objektif.

Menebak adalah hal yang alami. Ini adalah tanda yang baik bahwa kamu mengakui mungkin tidak tahu yang terbaik. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah meminta saran obyektif dari orang-orang yang dapat kamu percayai.

Mintalah teman dekat atau anggota keluarga yang kamu yakini dapat bersikap objektif tentang masalah ini dan berbagi perspektif netral. Hal itu sangat membantu untuk mendapatkan perspektif yang berbeda, terutama sudut pandang dari orang lain.

2 dari 2 halaman

Mendengarkan Naluri

Kelima, mendengarkan naluri.

Kita acapkali mendengarkan insting meski tidak ada alasan logis untuk melakukannya dan panggilannya tepat.

Jika sesuatu `hanya terasa benar` atau mendapatkan pengertian yang tidak dapat dijelaskan yang harus dilakukan, ada kemungkinan besar itu adalah intuisi yang memberi sinyal kepadamu.

Keenam, menganggap itu sebagai tantangan.

Kalau gagasan membuat perubahan atau mengambil risiko membuatmu tidak nyaman, anggaplah sebagai tantangan untuk keluar dari zona nyaman.

Ketika menghadapi tantangan, kita akan tumbuh dan berkembang, dengan lebih dari satu cara. Itu hanya terlihat sulit sampai Anda belajar bagaimana menyelesaikan hambatan itu.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik