Negara Lagi Krisis, Sang Presiden Malah Makan Enak di Resto Mahal

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 18 September 2018 15:30
Negara Lagi Krisis, Sang Presiden Malah Makan Enak di Resto Mahal
Dia makan di restoran yang dikelola chef steak terkenal, Nusret

Dream – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, baru-baru ini memancing amarah rakyat Venezuela. Maduro dikabarkan sempat singgah bersantap siang di restoran Nusret Gokce (Salt Bae), Nusr-Et, di Turki.

Kemarahan itu muncul mengingat kondisi Venezuela saat ini tengah dilanda krisis ekonomi cukup parah. Laju inflasinya bahkan diprediksi IMF bakal menyentuh 1 juta persen.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa 18 September 2018, kunjungan Maduro ke restoran ini dilakukan setelah dia mengunjungi Tiongkok. Maduro terbang ke Tiongkok dengan harapan bisa mengamankan masalah keuangan yang menjerat Venezuela.

Nusret mengabadikan kunjungan Maduro bersama sang istri, Cilia, ke restorannya dalam video. Dia mengunggah video itu di Twitter dan Instagram. Di video tersebut, terlihat Maduro dilayani oleh Nusret.

Diketahui, harga stik daging rib eye di Nusr-Et, dijual dengan harga US$100 (Rp1,49 juta).

Tak hanya itu, Maduro juga terlihat sedang merokok cerutu dan mencoba kaos bergambar Nusret.

“ Saya berterima kasih kepada Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, atas kedatangannya,” cuit Nusret di akun Twitternya @nusr_ett.

Unggahan ini diserbu oleh warganet. Mereka kecewa dan menghujat Maduro yang tega makan enak, sementara rakyatnya kesusahan. Bahkan, di sana kekurangan makanan dan obat-obatan.

Unggahan Nusret itu dihapus setelah videonya dihujat warganet.

1 dari 3 halaman

Cerita Tragis Venezuela, Negara Kaya yang Berubah Jadi Sengsara

Dream – Nasib tragis yang dialami Venezuela menjadi bukti jika negara kaya tak selamanya bisa selamat dari krisis ekonomi. Ekonomi negara di Amerika Latin itu tengah carut marut. Inflasinya diperkirakan mencapai 1 juta persen pada tahun ini. Uang jutaan bahkan miliaran di negara itu seperti sudah tak berharga. 

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sedang berjuang untuk mengakhiri gejolak ekonomi. Padahal di masa kejayaannya, Venezuela termausk negara kaya. Tanah di dalamnya mengandung banyak minyak. 

Tapi tengoklah kini. Venezuela tengah menderita. Menjadi negara yang miskin uang tunai.

Dilansir dari Sky, Jumat 24 Agustus 2018, pemerintah Venezuela akan menerbitkan uang kertas baru dan memangkas lima digit di uang bolivar—mata uang Venezuela. Tak hanya itu, Maduro akan menerbitkan mata uang cryptocurrency, petro.

Setiap satu petro, akan dihargai sebesar US$60 (Rp878.849). Atau, ada 3.600 bolivar yang ada di mata uang baru ini—ini menandakan ada devaluasi besar-besaran. Pemerintah juga menetapkan upah minimum sebesar setengah petro atau 1.800 bolivar.

Pemerintah Venezuela mengatakan negara tersebut memerlukan disiplin fiskal dan mengurangi pencetakan uang yang berlebihan. Hasilnya, terjadi hiperinflasi. Inflasi ini membuat harga barang ke tingkat astronomi. Saat ini, upah minimum bulanan tidak cukup untuk membeli sekilo daging.

Di tahun keempat resesi, Venezuela sedang berjuang dengan kekurangan bahan pokok dan layanan publik yang lumpuh.

Menurut International Monetary Fund (IMF), inflasi di negara tersebut mencapai 1 juta persen tahun ini. Walaupun demikian, Maduro menyebut pemerintah akan belajar sambil berjalan untuk redenominasi mata uang.

Maduro sempat menuding jika krisis yang melanda negaranya disebabkan skenario oposisi dan sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat. Namun pemerintah mengaku akan menjalankan kebijakan redenominasi.

 

2 dari 3 halaman

Derita Wanita Venezuela: `Demi Makanan di Meja Kujual Tubuhku`

Dream - Warga Venezuela benar-benar tengah dicoba masalah besar. Hiperinflasi membuat ekonomi negara ini berantakan. Berbagai cara ditempuh penduduk dari negara yang pernah kaya raya ini untuk bertahan hidup.

Pekerjaan apapun akan mereka lakukan untuk mengais uang. Termasuk menjadi seorang pekerja seks komersial (PSK) di negara tetangga.

Fakta mengejutkan ini terkuak setelah Sky News melakukan investigasi dan menemukan para wanita Venezuela terpaksa menjajakan dirinya. Yang mengejutkan, mereka melakukan profesi terlarang itu di negara tetangga, Kolombia.

Sejumlah wanita Venezuela ditemukan sedang menjajakan dirinya di sejumlah jalan di kota perbatasan Cucuta. Di salah satu klub ditemukan mayoritas wanita yang bekerja melacurkan diri berasal dari Venezuela.

Di sebuah rumah bordil berisi 60 wanita, hanya ada dua orang Kolombia. Sisanya adalah wanita Venezuela.

Seorang ibu dua anak, yang dulunya seorang ballerina dan pengusaha sebelum keruntuhan ekonomi negaranya, mengaku terpaksa menyerahkan dirinya karena tidak ada pilihan lain.

" Ini adalah pekerjaan yang memalukan tetapi pilihan apa yang saya miliki?"

3 dari 3 halaman

Pengakuan Pilu Wanita Venezuela

Wanita yang tak disebutkan namanya itu mengaku harus menghasilkan uang untuk merawat dan memberi makan anak-anaknya. Dia mengatakan tidak ada apapun yang bisa didapatnya di Venezuela.

" Satu-satunya cara untuk menaruh makanan di atas meja untuk anak-anakku adalah bepergian ke sini ke Kolombia dan menjual tubuhku."

Pengakuan serupa juga diungkapkan seorang ibu dari anak laki-laki berusia satu tahun yang mengaku pernah bekerja sebagai seorang penata rambut.

" Apa pun akan lebih baik. Saya melakukan ini karena saya harus melakukan ini. Saya tidak memakai narkoba, saya tidak minum. Saya hanya melakukan ini," katanya.

Uang Venezuela disulap jadi kerajinan.© Malay Online

" Jika aku bisa melakukan sesuatu yang lebih baik, aku akan melakukannya ... dan aku akan segera menghentikan ini."

Dia masih berharap suatu saat kondisi Venezuela akan membaik. Di saat itulah, ibu satu anak ini menggantungkan harapan untuk memiliki bisnis sendiri.

Para wanita berbicara tentang perasaan tidak berdaya dan rentan dan mengakui pilihan mereka sangat terbatas, tanpa dokumen resmi untuk meninggalkan Venezuela secara legal dalam jangka panjang.

Tetapi jalan-jalan di Cucuta penuh sesak dengan orang-orang Venezuela yang mencoba mencari pilihan lain dan kehidupan yang lebih baik.

(Sah, Sumber: Skynews.com)

Beri Komentar