Gelar ISEF 2015, BI Ingin RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Reporter : Ismoko Widjaya
Jumat, 23 Oktober 2015 11:25
Gelar ISEF 2015, BI Ingin RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia
Ajang festival ekonomi syariah kedua ini kembali digelar di Surabaya.

Dream - Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang keduakalinya. Tahun ini BI mengambil tema `Empowering Islamic Economic and Finance for the Prosperity of the Nations`.

Mengutip keterangan tertulis BI, Jumat, 23 Oktober 2015, ajang tahun ini akan dimulai 25 Oktober sampai 1 November 2015 di Surabaya, Jawa Timur. Wakil Presiden Jusuf Kalla rencananya akan membuka ISEF 2015 pada Rabu, 28 Oktober 2015.

ISEF 2015 akan menggelar tiga rangkaian acara utama terdiri dari Sharia Economic Forum yang menggelar berbagai seminar mengenai pengembangan ekonomi syariah.

Topik pembahasan tahun ini seputar kebijakan strategis pemerintah dalam mengakselerasi ekonomi syariah, pengembangan sukuk sebagai instrumen keuangan yang mampu menghubungkan sektor keuangan dengan sektor riil.

Akan dibahas pula optimalisasi Islamic social finance (seperti zakat, infaq, wakaf), pengembangan layanan non tunai dalam pembayaran ZISWAF, hingga pembahasan mengenai kunci sukses kemandirian pondok pesantren.

Sementara pada kegiatan Sharia Fair akan meliputi kegiatan pameran produk ekonomi dan keuangan syariah terdiri dari 124 booth dan seminar/talkshow, pelatihan dan edukasi produk dan keuangan syariah.

Sharia Fair dikembangkan dengan konsep “ 5F” (Finance, Food, Fashion Fantrepreneur (fantastic entrepreneur), dan Fundutainment (fun-education-entertainment)).

" Pengembangan konsep 5F ini merupakan upaya dari Bank Indonesia dalam mengintegrasikan sektor keuangan dan sektor riil sehingga pengembangan ekonomi syariah terlaksana secara komprehensif," ungkap BI dalam keterangannya.

Selain itu, konsep ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ekonomi syariah tidak terbatas pada lembaga keuangan saja (baik bank ataupun non-bank) tetapi juga meliputi sektor/bisnis riil.

Dengan penyelenggaraan ISEF, BI berharap bisa mendorong Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah dunia. Sementara Jawa Timur akan dimantapkan sebagai regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia.

Tahun lalu, ISEF 2014 berhasil menggagas nota kesepahaman antara BI-IDB terkait pengembangan kapasitas, ‘Communique for OIC countries’, serta Pengembangan internasional prinsip inti zakat. (Ism)

Beri Komentar