Geng Astra Diburu, Indeks Bluechips Syariah Menguat

Reporter : Syahid Latif
Senin, 13 Juli 2015 16:20
Geng Astra Diburu, Indeks Bluechips Syariah Menguat
Pelaku pasar keluar dari tekanan sentimen Yunani

Dream - Tren positif indeks saham syariah masih belum berhenti. Didukung kondisi regional yang menguat, bursa saham Indonesia ditutup menguat.

Aksi beli pemodal lokal berhasil menutup nett sell asing yang relatif kecil. Asing membukukan belanja bersih Rp 109 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 13 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,341 poin (0,86%) ke level 157,180.

Sempat dibayangi sentimen Yunani dan pelemahan bursa saham China, ISSI justru sanggup bertahan di zona hijau.

ISSI mencetak level tertinggi di 157,210 dan terendah di 155,882.

Aksi beli investor berhasil mengangkat 107 emiten syariah bergerak leluasa di zona hijau. Sisanya, sebanyak 63 emiten bergerak melemah dan 43 lainnya stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,32 triliun dengan 24,81 miliar saham syariah yang berpindahtangan.

Laju positif di zona hijau juga dibukukan indeks saham bluechips syariah. Naik 6,073 poin (0,94%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan awal pekan di level 654,815.

Indeks JII sempat mengalami tekanan kuat dan mendorongnya masuk zona merah. JII mencetak level terendah di 648,038 dan tertinggi di 655,684.

Sebanyak 18 emiten unggulan syariah menutup awal pekan di zona hijau. Sisanya, 11 emiten terserang tekanan jual dan 1 lainnya stagnan.

Tiga emiten kelompok Astra International jadi buruan investor. Top gainer dihuni oleh UNTR yang menguat Rp 400, dissul ICBP Rp 375, AALI Rp 325, UNVR Rp 150, dan ASII Rp 125 per saham.

Sebaliknya, top losser JII dihuni oleh SILO (Rp 275), ITMG (Rp 100), AKRA (Rp 75), INCO (Rp 40), dan LSIP (Rp 35).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengaut signifikan. Naik 34,883 poin (0,72%), IHSG ditutup menguat di level 4.893,917.

Lantai bursa jelang libur Lebaran mulai sepi dari transaksi. Aksi jual beli 34,53 miliar saham kali ini hanya mampu mencetak angka Rp 3,51 triliun.

Beri Komentar