Gojek Mulai Beroperasi di Malaysia Januari 2020

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 6 November 2019 17:30
Gojek Mulai Beroperasi di Malaysia Januari 2020
Gojek terlebih dulu menjalani projek percontohan selama enam bulan.

Dream - Kementerian Transportasi Malaysia mengizinkan perusahaan aplikasi ojek online Indonesia, Gojek, beroperasi mulai Januari 2020. Izin yang sama juga diberikan kepada start-up lokal sejenis, Dego Ride.

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke mengatakan dua perusahaan ini akan beroperasi di bawah kerangka projek percontohan Proof of Concept (POC) selama enam bulan. Ini sembari menunggu selesainya penyusunan aturan ojek online di Malaysia.

Loke juga mengatakan wilayah operasi Gojek untuk sementara dibatasi hanya di Lembah Klang.

" Kondisi lainnya, usia driver tidak boleh kurang dari 18 tahun dan mereka hanya bisa mengangkut satu orang penumpang mulai usia 18 tahun," kata Loke dalam keterangan pers, dikutip dari The Star, Rabu 6 November 2019.

Dia menambahkan driver dan sepeda motor harus dapat diidentifikasi secara jelas sepanjang periode POC.

 

1 dari 5 halaman

Usia Motor Tak Boleh Lebih dari 5 Tahun

Sepeda motor yang digunakan juga harus layak jalan dan tidak boleh berumur lebih dari lima tahun. Aturan lainnya, driver diharuskan bebas dari daftar hitam kepolisian atau Departemen Perhubungan.

" POC juga memungkinkan Pemerintah dan perusahaan terkait untuk mengumpulkan data, menilai tingkat ketersediaan dan permintaan serta layanan yang terkait," kata dia.

Untuk memastikan keamanan, Loke mengatakan Departemen Perhubungan dan Kepolisian dapat menjalankan penegakan hukum di bawah Undang-undang Transportasi Jalan

 

2 dari 5 halaman

Mengapa Harus Projek Percontohan?

Selanjutnya, Loke mengatakan projek percontohan diperlukan karena pemerintah membutuhkan waktu untuk menyusun regulasi yang relevan untuk ojek online.

Setelah melalui proyek percontohan, pemerintah nantinya bisa mengajukan regulasi untuk disetujui Parlemen. Saat rapat dengan Parlemen, Loke mengatakan setiap perusahaan aplikasi ojek online yang terdaftar di Malaysia bisa berpartisipasi dalam POC.

" Perusahaan juga harus bertanggung jawab memberikan asuransi perlindungan untuk driver dan penumpangnya," kata dia.

Nantinya, pemerintah memproyeksikan Gojek dan start-up sejenis lainnya terhubung dengan sistem transportasi massal yang sudah ada. 

Sumber: The Star

3 dari 5 halaman

Gojek Diizinkan Mengaspal di Malaysia

Dream - Pemerintah Malaysia telah memberi lampu hijau kepada Go-Jek untuk beroperasi di negeri jiran itu. Persetujuan itu diambil dalam rapat kabinet yang digelar Rabu lalu, setelah melalui diskusi panjang.

" Kabinet secara prinsip telah setuju penerapan layanan Go-Jek," kata Menteri Pembangunan Kewirausahaan Malaysia, Datuk Seri Mohd Redzuan Yusof, dikutip dari The Star, Kamis 22 Agustus 2019.

Malaysia telah memerintahkan kementerian Pemuda dan Olah Raga serta Kementerian Transportasi untuk merevisi maupun membuat peraturan yang memungkinkan ojek motor beroperasi di negaranya. Proses ini, kata Mohd Redzuan, butuh waktu satu atau dua bulan.

Mohd Redzuan mengatakan, pelegalan ojek motor sangat penting bagi Malaysia. " Kami ingin memastikan apapun yang kami terapkan untuk membangun perekonomian pemuda kami, ini tidak melanggar hukum," tegas dia.

4 dari 5 halaman

Tapi, Ditentang Sopir Taksi

Namun, kebijakan ini ditentang oleh para pengemudi taksi di Malaysia. Mereka menyebut layanan ini bisa mengurangi pendapatan para sopir taksi.

Presiden Gabungan Persatuan Taksi, Mobil Sewa, dan Taksi Bandara Malaysia, Kamaruddin Mohd. Hussain, mengatakan, keputusan untuk memperbolehkan Gojek di Malaysia, diambil tanpa mendengarkan opini para sopir taksi.

" Keputusan ini bisa membuat para pengemudi taksi kehilangan pendapatannya. Yang lebih buruk, keselamatan orang-orang bisa berada dalam bahaya," kata Kamaruddin.

Dia juga kecewa dengan keputusan pemerintah.

" Kami kecewa karena masalah taksi online tak kunjung diselesaikan. Ini lagi ditambah ojek online. Apa yang akan terjadi kepada industri transportasi publik di negara ini," kata Kamaruddin kepada Sinar Harian.

5 dari 5 halaman

Layanan Transportasi Harus Mengutamakan Keselamatan Masyarakat

Kamaruddin mengatakan, para pengemudi taksi bukannya menolak perkembangan teknologi. Mereka berpikir pemerintah seharusnya memastikan apapun layanan yang diperkenalkan seharusnya mengikuti hukum dan memprioritaskan keselamatan orang-orang.

" Jika Perdana Menteri, Mahathir Mohammad, bisa meluangkan waktu untuk bertemu dengan menteri-menteri lain tentang penjelasan ojek online, dia juga seharusnya bisa mengalokasikan waktu untuk bertemu dengan kami dan mendengarkan masalahnya," kata dia.

Sekadar informasi, para pengemudi protes terhadap layanan taksi online, seperti Grab dan MyCar. Beberapa pengemudi taksi online dikabarkan diserang dan diusir karena menurunkan atau menaikkan penumpang sebelum pemerintah mengimplementasikan SIM PSV untuk para sopir taksi online.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak