Guru Bergaji Rendah di Negeri Petro-Dolar

Reporter : Ramdania
Rabu, 3 September 2014 09:34
Guru Bergaji Rendah di Negeri Petro-Dolar
Kebanyakan guru sekolah mendapatkan gaji rendah dan tidak dihargai di dunia. Tidak terkecuali di negara Arab nan kaya raya ini, Dubai.

Dream - Kebanyakan guru sekolah mendapatkan gaji rendah dan tidak dihargai di dunia. Tidak terkecuali di negara Arab nan kaya raya ini, Dubai.

Meski memiliki peran penting dalam pembentukan pikiran generasi muda, tetapi para guru ini dibayar rendah. Human Development Authority (KHDA) pun mengecam masalah minimnya upah guru di negara tersebut.

Seperti diberitakan Gulf News, Rabu, 3 September 2014, sistem perekrutan yang tidak sesuai standard, gaji rendah, dan kondisi kerja yang buruk merupakan faktor kunci yang menyebabkan para guru meninggalkan profesi ini.

" Pergantian staf bisa berdampak negatif bagi kelangsungan pembelajaran. Tidak semua sekolah menyediakan fasilitas yang baik dan untuk guru," tulis laporan tersebut yang menilai beberapa sekolah telah gagal memahami arti pentingnya keadilan dalam pekerjaan.

Menurut data, gaji guru TK berkisar Dh 2.617 hingga Dh 5.058 per bulan atau Rp 8-16 juta per bulan. Guru sekolah menengan berkisar Dh 2.863 hingga Dh 9.012 atau Rp 8-29 juta per bulan. Sementara guru SD bergaji sekitar Dh 2.483 hingga Dh 10.000 atau sekitar Rp 8-32 juta per bulan.

Seorang guru di sekolah India mengakui guru sebagai profesi yang menantang karena gaji yang rendah dengan beban kerja yang luar biasa.

" Saya mulai bekerja dengan gaji Dh 3.000 dan 15 tahun kemudian gaji saya hanya Dh 5.000. Kenaikan gaji tahunan hanya Dh 100-150," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka kebanyakan guru bekerja tambahan sebagai guru privat.

" Dengan gaji tersebut, Anda tidak bisa hidup dengan harga-harga yang semuanya naik. Untuk alasan ini, banyak guru menjadi guru privat yang menyebabkan kualitas pengajaran menurun," keluhnya.

Dia berkeyakinan jika gaji dinaikkan maka para guru akan termotivasi untuk meningkatkan kualitas pengajarannya dan mulai meningkatkan kualitas dirinya.

Guru lain mengaku iri dengan gaji yang diterima guru-guru di sekolah internasional.

" Saya kehilangan motivasi ketika saya mengetahui guru di sekolah internasional menerima gaji ganda. Saya bekerja 6 jam sehari dan memberi pelajaran tambahan. Meskipun itu ilegal, tapi saya tidak dapat memenuhi kebutuhan lain dengan gaji tersebut," jelasnya.

Menurut seorang guru, hal ini terjadi karena adanya budaya di mana profesi guru selalu dipandang rendah. Untuk itu, orang tua perlu mengajari anak-anak mereka untuk menghormati guru. Pasalnya, tidak hanya masalah gaji rendah, guru pun dihadapkan dengan moral anak-anak kaya yang rendah.

" Ada seorang siswa berkata kotor di kelas saya, tetapi bukannya diberi sanksi atau dikeluarkan, justru saya yang diminta untuk membiasakan diri dengan perlakuan murid-murid tersebut karena mereka berasal dari keluarga ternama," cerita seorang guru. (Ism)

Beri Komentar