Harapan Bank Syariah pada Kabinet Kerja Jokowi

Reporter : Ramdania
Senin, 27 Oktober 2014 14:18
Harapan Bank Syariah pada Kabinet Kerja Jokowi
Keputusan Presiden Jokowi mempertahankan Menag Lukman Hakim disambut positif pelaku perbankan syariah. Apa alasannya?

Dream - Penetapan Menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla membawa secercah harapan bagi perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Tetap terpilihnya Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin diyakini bakal mendukung pertumbuhan bank syariah.

" Saya nilai positif pada komposisi kabinet baru karena kita tidak bisa men-judge sebelum melihat kinerjanya. Tapi saya cukup optimis, kalau bicara Menko Perekonomian Pak Sofyan, beliau tahu persis mengenai perekonomian, Ibu Rini pun (Menteri BUMN) juga pasti mengerti masalah BUMN," ujar Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano di kantornya, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2014.

Apresiasi tinggi disampaikan Dinno terhadap keputusan Joko Widodo yang tetap mempertahankan Lukman Hakim sebagai Menteri Agama Kabinet Kerja. Dari kacamatanya, mantan Wakil Ketua MPR ini dianggap cukup mendukung bank syariah melalui peraturan dana haji.

Pemerintah dan otoritas perbankan selama ini diakui telah menerbitkan regulasi yang mendukung perkembangan industri perbankan syariah. Begitu pun masalah inovasi. Dia menegaskan produk yang ditawarkan perbankan syariah sudah cukup variatif.

" Basic product kita sudah punya semua. Dari sisi regulasi, saya tidak lihat hal-hal yang terlampau signifikan," ujarnya.

Namun, lanjut Dinno, permasalahan utama dari belum berkembangnya perbankan syariah di Indonesia adalah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat sehingga belum timbul kepercayaan terhadap industri tersebut.

" Paling penting itu sosialisasi bahwa bank syariah ini setara dengan bank konvensional. Masalahnya mau apa tidak percaya sama bank syariah dan apakah di pemerintahan baru lebih memerhatikan (dengan memercayakan bank syariah dalam APBN dan APBD)," pungkasnya.

Beri Komentar