Pedagang Emas
Dream - Kabar baik bagi Anda yang tengah berburu emas untuk investasi. Analis memperkirakan harga emas dalam sepekan ini bakal terus turun.
Sebuah prediksi bahkan menyebutkan komoditas emas akan anjlok hingga US$ 1.000 per ounce sebelum akhir tahun ini.
Para analis menilai pemicu turunnya harga emas ini dipicu spekulasi bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves, yang akan menaikkan suku bunganya. Kebijakan ini diyakini bakal menekan harga logam dunia.
" Konsensus kami memperkirakan keputusan The Fed akan memicu harga emas turun menjadi US$ 1000 pada akhir tahun dan US$ 900 di tahun 2016," ungkap analisa terbaru ABN Amro mengutip laman gulfnews, Selasa, 17 November 2015.
ABN Amro menyatakan penurunan tersebut dipicu posisi likuditas dari investor yang membuat mereka mengubah portofolio investasinya.
Survei terakhir Kitco menunjukan mayoritas investor ritel berada dalam posisi jual terhadap emas. Sebanyak 56 persen investor bahkan memperkirakan harga logam mulia ini akan bergerak turun dalam waktu dekat.
Hanya sekitar 31 persen dari peserta survei yang makin yakin harga emas akan kembali naik. Sementara 13 persen lainnya memilih bersikap netral.
Data ekonomi terbaru AS memang menunjukan adanya perbaikan di sektor nonpertanian pada akhir Oktober lalu. Tercatat ada tambahan 271 ribu tenaga kerja di sektor jasa bisnis, pelayanan kesehatan, perdagangan ritel, konstruksi, dan jasa makanan dan minuman.
Positifnya laporan ketenagakerjaan AS ini diyakini telah mendorong mata uang dollar AS menguat. Sekaligus memicu spekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember 2015 karena tidak ada alasan lain lagi.