Hukum Meminjam Uang di Bank untuk Modal Usaha dalam Islam, Boleh atau Tidak?

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Senin, 17 Januari 2022 17:47
Hukum Meminjam Uang di Bank untuk Modal Usaha dalam Islam, Boleh atau Tidak?
Islam melarang segala sesuatu yang memiliki unsur riba di dalamnya.

Dream – Mengelola usaha atau bisnis sendiri adalah impian bagi sebagian besar orang. Mereka tak perlu lagi menghadapi atasan dengan beragam karakter yang mungkin tidak sesuai dengan dirinya. Namun, kemampuan setiap orang untuk mendirikan sebuah bisnis tentu saja berbeda-beda. Diluar urusan modal, ketekunan dan semangat tak pantang menyerah juga menjadi kunci keberhasilan sebuah usaha.

Mungkin ada orang yang sudah memiliki modal, sehingga tidak begitu sulit baginya untuk bisa segera mewujdukan usahanya tersebut. Tapi ada juga orang yang kesulitan dalam hal modal, sehingga harus menunda terlebih dahulu untuk bisa mewujudkannya. Ia harus bekerja keras terlebih dahulu untuk mengumpulkan modal, bahkan tak sedikit yang memutuskan untuk meminjam modal di bank.

Meminjam uang di bank untuk dijadikan modal sebenarnya bukan hal yang sulit. Bahkan cara ini tergolong cepat dan banyak dilakukan untuk bisa mendapatkan uang yang Sahabat Dream butuhkan. Tentunya pengajuan pembiayaan baru bisa diperoleh setelah memenuhi berbagai persyaratan yang diminta pihak bank

Satu hal yang menjadi pertanyaan, khususnya di kalangan umat Islam adalah tentang hukum meminjam uang di bank untuk modal usaha dalam Islam. Apakah praktik seperti ini diperbolehkan dalam Islam atau justru diharamkan?

Untuk mengetahui penjelasan tentang bagaimana hukum meminjam uang di bank untuk modal usaha dalam Islam, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Praktik Riba dalam Islam

Praktik Riba dalam Islam© Shutterstock.com

Jika berbicara tentang bank, hal tersebut biasanya tidak jauh-jauh dari pembahasan tentang bunga. Seperti dikutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id, bunga adalah sebagai harga yang harus dibayarkan oleh bank kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dan harga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (jika nasabah yang memperoleh fasilitas pinjaman).

Nah, apakah bunga bank termasuk dalam golongan riba? Untuk hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan ulama kontemporer. Seperti dikutip dari islam.nu.or.id, perkara bunga bank ini adalah ulama yang mengharamkannya karena termasuk riba dan ada juga yang memperbolehkannya karena tidak dianggap riba. Namun secara keseluruhan, kesemua ulama telah bersepakat bahwa riba sendiri hukumnya adalah haram.

Oleh karena itu, umat Islam memiliki hak untuk bisa memilih pendapat yang sesuai dengan hatinya. Jika hatinya berkata bahwa bunga bank itu boleh, maka hal tersebut bisa diikuti. Sedangkan jika hatinya merasa ragu-ragu, maka pendapat yang mengharamkan bisa diikuti. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw:

البِرُّمَااطْمَأَنَّإِلَيْهِالنَّفْسُوَاطْمَأَنَّإِلَيْهِالْقَلْبُ،وَالْإِثْمُمَاحَاكَفِيالنَّفْسِوَتَرَدَّدَفِيالصَّدْرِوَإِنْأَفْتَاكَالنَّاسُوَأَفْتُوْكَ

Artinya: Kebaikan adalah apa saja yang menenangkan hati dan jiwamu. Sedangkan dosa adalah apa yang menyebabkan hati bimbang dan cemas meski banyak orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebaikan.” (HR. Ahmad).

2 dari 3 halaman

Hukum Meminjam Uang di Bank untuk Modal Usaha

Hukum Meminjam Uang di Bank untuk Modal Usaha© Shutterstock.com

Lalu, bagaimana dengan hukum meminjam uang di bank untuk modal usaha dalam Islam? Mengingat di zaman sekarang ini, meminjam uang di bank sudah menjadi hal yang umum dilakukan oleh masyarakat dengan kepentingannya masing-masing, salah satunya untuk modal usaha.

Seperti dikutip dari bincangsyariah.com, hukum meminjam uang di bank untuk modal usaha dalam Islam sebenarnya diperbolehkan. Tentunya dengan catatan bahwa dalam hal tersebut tidak mengandung unsur riba. Karena telah dibahas sebelumnya bahwa dari kalangan ulama sudah bersepakat bahwa riba sendiri adalah haram hukumnya.

Kemudian seperti dikutip dari umma.id, jika sahabat Dream meminjam uang di bank syariah yang benar-benar berlandaskan pada hukum Islam, maka hukumnya adalah halal seperti halnya perkara utang piutang. Berikut adalah firman Allah SWT yang menjelaskan tentang utang piutang yang ada dalam surat Al-Baqarah ayat 280:

وَاِنْكَانَذُوْعُسْرَةٍفَنَظِرَةٌاِلٰىمَيْسَرَةٍۗوَاَنْتَصَدَّقُوْاخَيْرٌلَّكُمْاِنْكُنْتُمْتَعْلَمُوْنَ

Artinya: Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 280).

 

3 dari 3 halaman

Meminjam Modal Lewat Bank Syariah

Meskipun sahabat Dream diperbolehkan untuk meminjam uang di bank syariah, namun dari pihak bank tersebut memberikan tambahan jumlah setelah masa peminjaman, maka hal ini hukumnya tetaplah haram karena tergolong sebagai riba.

Seharusnya bank syariah yang memberikan pinjaman bisa menyerahkan dana tanpa adanya tambahan lagi setelahnya. Hal ini karena bank syariah hanya menerapkan sistem berupa bagi hasil dan bukan bunga bank.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika sahabat Dream hendak meminjam uang di bank syariah, maka pertimbangkan secara matang terlebih dahulu. Hindari untuk langsung beranggapan karena bank tersebut berstatus sebagai bank syariah, maka langsung benar-benar menganggap bahwa sistem di dalamnya sudah jauh dari hal yang diharamkam. Ketahui terlebih dahulu sistem pembayarannya. Kamu harus memastikan bahwa tidak ada unsur riba di dalamnya.

Itulah pembahasan terkait haramnya riba dan hukum meminjam uang di bank untuk modal usaha dalam Islam. Di mana meminjam uang di bank sendiri sebenarnya diperbolehkan, asalkan dalam peminjaman tersebut tidak mengandung unsur riba yang dilarang dalam Islam.

Beri Komentar