IHSG Terjungkal, Indeks Syariah Ikut Tertekan

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 30 Oktober 2014 09:35
IHSG Terjungkal, Indeks Syariah Ikut Tertekan
Dua indeks saham syariah (ISSI dan JII) yang dibuka menguat disesi pembukaan akhirnya tak mampu menahan tekanan yang melanda lantai bursa.

Dream - Memanfaatkan momentum pelemahan bursa Wall Street, pelaku pasar melakukan aksi ambil untung dari penguatan signifikan indeks kemarin. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini langsung dibuka melemah.

Pelemahan juga berimbas pada saham-saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Meski dibuka menguat di sesi pra pembukaan, dua indeks saham syariah akhirnya gugur ke zona merah.

Sentimen utama kali ini hadir dari pernyataan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan mengakhiri program pembelian aset di tengah tanda-tanda penguatan ekonomi. Namun The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang cukup.

Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2014, IHSG melemah tipis 1,15 poin (0,02%) ke level 5.072,90. Laju pelemahan terus berlanjut di sesi pembukaan usi IHSG kembali longsor 1,30 poin (0,03%) ke level 5072,74

Sebanyak 10 emiten pagi ini menyeret IHSG masuk zona merah. Penguatan yang dialami 18 emiten tak cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau.

Memulai perdagangan, pelaku pasar sudah mentransaksikan 65.891 lembar saham senilai Rp 32,24 miliar.

Pemodal asing masih melanjutkan asi beli dengan mencetak nett buy Rp 7,44 miliar. Sampai 30 menit perdagangan, pemodal asing masih berupaya untuk mengoleksi saham-saham di pasar Indonsia

Di sisi lain, hingga 20 menit waktu perdagangan, IHSG semakin terperosok ke zona merah. IHSG tercatat sudah melemah 26,58 poin (0,52%) ke level 5.047,47.

Seluruh indeks saham acuan sudah mulai bergerak melemah dan hanya menyisakan dua indeks di zona hijau. Emiten perkebunan dan infrastruktur masih berupaya menguat masing-masing 1,32 persen dan 0,03 persen.

Di jajaran saham syariah, dua indeks saham acuan sebetulnya mengawali perdagangan di zona hijau. Namun aksi jual pelaku pasar akhirnya memaksa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menyerah.

ISSI pagi ini dibuka menguat menguat 0,13 poin (0,08%) ke level 163,07 pada sesi pra pembukaan. Meski masih melanjutkan penguatan di sesi pembukaan, ISSI terlihat mulai tertekan. Di sesi ini ISSI hanya menguat 0,133 poin (0,08%) ke level 163,07

Sebanyak 14 emiten syariah mengawali perdagangan dengan bergerak menguat sedangkan 8 lainnya melemah.

Pelaku pasar mengawali aksi jual beli dengan melibatkan 49.749 lembar senilai Rp 16,53 miliar

Kondisi yang sama dialami JII yang mengawali perdagangan dengan menguat 0,78 poin (0,12%) ke level 685,57. Penguatan JII mulai berkurang di sesi pembukaan usai hanya menguat 0,47 poin (007%) ke level 668,27

Saham-saham unggulan syariah yang diperdagangkan pelaku pasar mencapai 45.765 lembar senilai Rp 15,88 miliar

Pelemahan indeks saham tak hanya terjadi di Indonesia. Hampir seluruh saham utama Asia mulai tertekan meski awalnya dibuka mengudi zona hijau.

Saat ini hanya dua indeks saham utama Asia yang bertahan di zona ositif. Keduanya adalah Nikkei Jepang yang menguat 0,54 persen dan Shanghai Composite 1,73 persen.

Angin kurang sedang juga berhembus dari pasar keuangan. Kurs rupiah pagi ini langsung dibuka melemah dan kini sudah terpangkas 69 poin (0,57%) ke level 12.154 per dolar AS.

Beri Komentar