IMF Sebut Indonesia Masuk 3 Negara Asia Mampu Hadapi Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 8 April 2020 14:24
IMF Sebut Indonesia Masuk 3 Negara Asia Mampu Hadapi Corona
Sri Mulyani menargetkan perekonomian Indonesia tumbuh 2,3 persen di kuartal II 2020.

Dream - Indonesia diproyeksikan sebagai satu dari tiga negara di Asia yang mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi dalam menghadapi pandemi virus corona. Proyeksi tersebut datang dari International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia.

" Proyeksi untuk Asia, termasuk Indonesia dari dua institusi, yaitu World Bank dan IMF, hanya tiga negara yang masih diperkirakan bertahan di atas 0 persen atau positif teritori, yaitu Indonesia, Tiongkok dan India," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dikutip dari Liputan6.com.

Sri Mulyani menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 2,3 persen di kuartal II dan III tahun ini. Kemudian di kuartal IV akan ada pertumbuhan yang lebih membaik.

" Untuk Indonesia, saat ini, skenario kita sudah turun di 2,3 persen. Ini adalah dampak dari Covid-19 yang paling severe atau paling parah terjadi di kuartal kedua tahun ini dan mungkin akan continue di kuartal tiga dan mungkin agak mulai membaik di kuartal keempat,” kata Sri Mulyani.

Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di hampir semua negara. Setiap negara membentuk kebijakan ekonomi untuk mencegah kemungkinan terburuk yang bisa muncul akibat corona.

 

1 dari 5 halaman

Strategi Indonesia Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Sri Mulyani, saat ini langkah yang diterapkan Indonesia berupa instrumen fiskal baik insentif pajak atau tax break. Kebijakan lainnya yaitu penambahan anggaran belanja untuk bidang kesehetan, bantuan sosial dan bantuan untuk dunia usaha.

" Ini yang dilakukan oleh semua negara dalam menghadapi Covid-19 melalui penjaminan, memberikan jaminan pinjaman tetap, kredit tetap mengucur atau memberikan fasilitas refinancing atau restructuring,” jelasnya.

Kemenkeu bersama BI, OJK dan LPS telah melakukan forward-looking assesment untuk kemungkinan terburuk. Sri Mulyani mengatakan pihaknya juga telah bekerja semaksimal mungkin untuk memastikan ketersediaan anggaran untuk penanganan krisis.

Caranya dengan tetap menjaga kesehatan dan kesinambungan keuangan negara melalui kebijakan fiskal dan APBN. Hal ini bentuk respons terhadap Covid-19 dengan melakukan refocusing program, realokasi anggaran serta penyediaan stimulus untuk tujuan kesehetan, perlindungan masyarakat dan dukungan dunia usaha.

(Sumber: Liputan6.com)

2 dari 5 halaman

Jokowi Siap Bagikan BLT Rp600 Ribu per Keluarga

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memastikan pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat Jabodetabek. Besarannya sebesar Rp600 ribu per bulan.

Hal ini merupakan antisipasi pemerintah dalam upaya menjaga daya beli masyarakat ditengah virus corona.

Bantuan ini tidak semena-mena didapatkan seluruh lapisan masyarakat. Salah satu syarat mendapatkan bantuan langsung yaitu hanya diberikan kepada masyarakat dengan penghasilan rendah.

Para penerima BLT ini dluar dari Program Keluarga Harapan (PKH) atau Kartu Sembako.

" BLT sesuai arahan bapak presiden Rp600 ribu per keluarga per bulan untuk 3 bulan," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 7 April 2020.

3 dari 5 halaman

Rincian Anggaran Bantuan

Sri Mulyani juga merincikan anggaran bantuan untuk DKI Jakarta kepada 2,51 juta atau jika dikonversikan mencapai 1,2 juta keluarga. Bantuan ini terhitung untuk tiga bulan kedepan.

Sedangkan untuk Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi BLT akan disalurkan kepada 1,64 juta warga atau dikonversi terdiri dari 567 ribu keluarga.

" Jadi keseluruhan Jabodetabek adalah 2,5 juta plus 1,6 juta jiwa kalo dikonversi jadi keluarga itu 1,7 juta," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menambahkan bahwa BLT di luar Jabodetabek akan didistribusikan. Penambahan dana tersebut akan dibagikan kepada 9 juta warga, tetapi pendaat penerima dana masih dalam pemrosesan.

4 dari 5 halaman

Tarif Listrik 450 Watt Gratis Selama 3 Bulan, Pelanggan 900 VA Diskon 50%

Dream – Presiden Joko Widodo akan memberlakukan status darurat sipil untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19. Di samping itu pemerintah berjanji akan berusaha melindungi kelas menengah ke bawah yang terkena dampak tak langsung wabah corona agar tetap bisa memenuhi kebutuhannya.

Salah satu upaya pemerintah yang akan dilakukan adalah menggratiskan pengenaan tagihan tarif listrik selama 3 bulan. Keputusan bebas tagihan listrik in hanya berlaku untuk pelanggan yang menggunakan daya listrik 450 watt.

 

 © Dream

 

“ Perlu saya sampaikan untuk pelanggan 450 VA yang jumlahnya 24 juta pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan, yaitu April, Mei, Juni,” kata Presiden Joko Widodo dalam live streaming, Selasa 31 Maret 2020.

Sementara untuk pelanggan PLN dengan daya listrik 900 VA yang masuk kategori rumah tangga miskin akan mendapat keringanan diskon tarif sebesar 50 persen. Jokowi menyebut jumlah pelanggan listrik 900 VA ada 7 juta.

“ Artinya, hanya membayar separuh saja,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Naikkan Anggaran Kartu Pra Kerja dan Program PKH

Selain tarif listrik, pemerintah juga akan meningkatkan jumlah penerima kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dari 9,2 juta menjadi 10,2 juta. Besaran manfaat dinaikkan sebesar 25 persen. Misalnya, manfaat yang diterima ibu hamil dari Rp2,4 juta menjadi Rp3 juta.

“ Kebijakan ini efektif mulai April 2020,” kata Jokowi.

Penerima kartu sembako juga akan dinaikkan dari 15,5 juta menjadi 20 juta. Manfaatnya juga meningkat 30 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu.

“ Akan diberikan selama sembilan bulan,” kata dia.

Mantan gubernur DKI Jakarta juga akan menaikkan anggaran kartu prakerja dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Jumlah penerimanya bertambah jadi 5,5 juta orang dan nilai manfaatnya Rp650 ribu-Rp1 juta selama empat bulan ke depan.

Jokowi juga mencadangkan anggaran Rp25 triliun untuk kebutuhan pokok dan operasi pasar logistik. Pemerintah akan memberikan keringanan kredit bagi pekerja informal seperti driver ojek, sopir taksi, dan nelayan.

Misalnya, keringanan kredit di bawah Rp10 miliar yang ketentuannya telah dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aturan tersebut berlaku mulai April 2020.

“ Pengurusannya tanpa perlu datang ke bank atau leasing. Cukup dari e-mail,” kata dia.

Beri Komentar
Terlahir Tuli, Anak Ray Sahetapy Lulus Cum Laude di New York