Ilustrasi IHSG
Dream - Aksi ambil untung jelang penutupan perdagangan menahan laju penguatan indeks bursa saham Indonesia. Setelah dua hari terpuruk, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali ke zona hijau.
Laju bursa saham Indonesia kali ini sepenuhnya ditopang pemodal lokal. Investor asing justru melakukan aksi jual dengan nett sell hingga Rp 489 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2014, IHSG menguat 9,52 poin (0,19%) ke level 4.922,58. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 4.941,59 meski dibuka melemah di 4.902,45.
Naiknya harga saham dari 149 emiten dibayangi koreksi yang melanda 139 emiten. Saham-saham komoditas kali ini bergerak di zona merah dengan pelemahan 0,12 persen di sektor perkebunan dan 0,64 persen di sektor pertambangan.
Emiten properti juga menambah beban laju IHSG setelah terpuruk paling dalam hingga 0,76 persen.
Meski menguat, transaksi perdagangan terbilang normal dengan perputaran uang mencapai Rp 4,13 triliun. Sebanyak 37,17 juta saham diperdagangkan pelaku pasar.
Penutupan di zona positif juga dinikmati dua indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan di zona hijau setelah naik 0,52 poin (0,33%) ke level 158,58.
Kenaikan ini dibantuk menguatnya harga saham dari 93 emiten pengisi ISSI.
ISSI yang sempat menyentuh level terendah di 157,66, mencetak transaksi perdagangan hingag Rp 2,68 triliun. Pemodal melakukan aksi jual beli terhadap 22,06 juta.
Berbeda dengan ISSI, jajaran saham unggulan syariah justru didominasi koreksi harga. Sebanyak 13 emiten penghuni Jakarta Islamic Index (JII) bergerak melemah sementara 12 lainnya menguat.
JII sore ini menutup perdagangan dengan menguat 3,09 poin (0,48%) ke level 650,33.
Laju positif yang dialami IHSG dan dua saham syariah berbanding terbalik dengan kondisi sebagian besar bursa saham utama Asia. IHSG berjalan bersamaan dengan KOSPI yang menguat 2,04 poin (0,11%).
Sementara Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong melemah masing-masing 2,38 persen dan 0,41 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dolar AS kembali menghadapi tekanan. Rupiah sore ini terkoreksi 7 poin (0,06%) ke leve 12.185 per dolar AS. (Ism)