Indeks Syariah Menguat Ikuti Laju Bursa Asia

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 29 Desember 2015 16:31
Indeks Syariah Menguat Ikuti Laju Bursa Asia
Investor asing mulai mengendurkan aksi beli saham di tengah transaksi yang mulai sepi.

Dream - Semangat window dressing pelaku pasar jelang akhir tahun mendongkrak indeks saham syariah ke zona positif. Aksi beli asing ikut membantu meski dengan nilai yang mulai mengendur.

Penguatan bursa utama regional juga menjadi pemicu investor untuk kembali melantai di bursa saham Indonesia.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa,29 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,485 poin (0,34%) ke level 143,706.

Indeks saham bluechips syariah juga berbali menguat dengan kenaikan 2,159 poin (0,36%) ke level 599,436.

Kedua indeks acuan saham syariah ini membuka perdagangan dari zona negatif. ISSI sempat turun ke level 143,072 sebelumnya berbalik ke level tertingginya di 143,706.

Transaksi perdagangan saham syariah sedikit melemah dengan hanya mencetak nilai Rp 3,79 triliun. Aksi beli investor mengangkat 101 emiten syariah ke zona positif sedangkan 80 lainnya tertekan aksi jual.

Lebih dari separuh penghuni JII juga sukses ditutup menguat. Lebih dari 16 saham unggulan syariah mengalami kenaikan harga sementara 9 lainnya tertekan aksi jual.

Saham sektor tambang kali ini menjadi idola pelaku pasar untuk menambah portofolionya jelang akhir tahun. Emiten tambang menguat tertinggi hingga 1,63 persen, disusul perkebunan 0,91 persen, dan barang konsumsi 0,48 persen.

Emiten sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang bergerak melemah sebesar 0,60 persen.

Investor hari ini berburu saham perusahaan alat berat, UNTR yang naik Rp 350 per saham. Top gainer lainnya adalah UNVR Rp 225, SILO Rp 175, ICBP Rp 150, dan INCO Rp 145 per saham.

Sebaliknya, saham LPPF mengalami koreksi terdalam usai melemah Rp 300. Diikuti AALI yang melemah Rp 150, ITMG Rp 75, INDF dan TLKM Rp 25 per saham.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah jelang penutupan akhir tahun ini kembali bergerak melemah. Rupiah turun 78 poin (0,57%) menjadi 13,724 per dollar AS.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More