Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wisman Mencoba Permainan Tradisional (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
Dream - Keputusan pemerintah memberikan visa bebas ke puluhan negara untuk sementara menuai sukses. Terbukti, jumlah kedatangan wisawatan mancanegara (Wisman) ke Indonesia sepanjang September lalu menunjukan kenaikan signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin, 2 November 2015, melaporkan kunjungan turis asing ke Indonesa pada September 2015 naik 9,84 persen menjadi 869,2 ribu orang dibandingkan September 2014.
Dibandingkan sebulan sebelumnya, kunjungan Wisman ini naik 2,19 persen.
Bali masih menjadi tujuan utama para Wisman dengan jumlah pengunjung melalui Bandara Ngurah Rai Denpasar mencapai 379,4 ribu kunjungan, atau naik 7,78 persen.
Lonjakan Wisman tersebut menjadi kabar baik bagi para pengelola hotel di tanah air. Tingkat Hunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi dua bulan lalu naik 2,05 poin menjadi 56,25 persen.
Sayangnya, para Wisman dan turis lokal umumnya mempersingkat lamanya tinggal di Indonesia. Rata-rata lama menginap turis lokal dan mancanegara hanya mencapai 1,96 hari atau turun 0,06 persen.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104/2015 yang membebaskan visa kunjungan bagi warga di 75 negara.
Penerbitan Perpres yang berlaku mulai kunjungan Oktober 2015 tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing sekaligus mendorong perekonomian nasional.
Berikut adalah asal negara Wisman terbanyak datang ke Indonesia:
1. Singapura 14,3 persen
2. Malaysia 12,03 persen
3. Australia 12,03 persen
4. Tiongkok 11,71 persen
5. Jepang 6,18 persen.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari