Indonesia Fintech Summit 2022, Bawa Misi Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Rp2.036 Triliun pada 2025

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 8 November 2022 08:12
Indonesia Fintech Summit 2022, Bawa Misi Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Rp2.036 Triliun pada 2025
Acara ini diinisiasi oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) yang ke-4 kalinya sejak 2019, sebagai bagian dari Bulan Fintech Nasional (BFN).

Dream - Dalam rangka memperkuat industri financial technology (fintech) atau layanan keuangan digital dan inklusi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia kembali menggelar Indonesia Fintech Summit (IFS) yang akan berlangsung pada 10 hingga 11 November 2022 di Bali.

Acara ini diinisiasi oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sebagai bagian dari Bulan Fintech Nasional (BFN). Ajang ini dihelat sejak 2019, tahun ini menjadi gelaran ke empat.

Pertumbuhan fintech di Indonesia, menurut Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Dudi Dermawan, memang terbilang pesat dengan transaksi yang terus berakselerasi.

“ Dalam penyelenggaran IFS tahun ini, BI bersama AFTECH dan OJK mengangkat berbagai tema yang masih sejalan dengan topik pada Presidensi G20 Indonesia,” kata Dudi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin 7 November 2022.

Salah satu agenda prioritas dalam IFS adalah pengembangan pembayaran lintas negara (cross-border payment). Adanya fintech juga mendorong ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan tumbuh hingga US$130 miliar, sekitar Rp2.036 triliun, pada 2025.

1 dari 3 halaman

Kehadiran fintech lending diharapkan dapat memeratakan inklusi keuangan di Indonesia dengan kemudahan layanan finansialnya. 

Juga menjadi salah satu solusi dari masalah tingginya credit gap di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat unbanked dan underserved yang mencapai Rp1.650 triliun per 2018.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI), Adrian Gunadi, mengatakan, keberhasilan industri fintech dapat dilihat pencapaian hingga September 2022, yakni berhasil mencatatkan agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp455 triliun yang disalurkan oleh 960.396 pemberi pinjaman atau lender kepada 90,21 juta penerima pinjaman atau borrower.

" Ini adalah bukti nyata kontribusi fintech lending dalam memeratakan inklusi keuangan di Indonesia,” kata Adrian Gunadi.

2 dari 3 halaman

Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK, Triyono, mengungkap, penguatan sektor keuangan digital ini dapat dilihat dari segi sisi supply dan demand.

“ Di sisi supply, saat ini OJK berkolaborasi dengan seluruh elemen ekosistem keuangan digital tengah mempersiapkan infrastruktur seperti e-KYC, tanda tangan elektronik, dan digital ID serta perangkat keamanan siber yang diyakini mampu meningkatkan tata kelola dan tingkat keamanan dalam bertransaksi melalui layanan dan produk keuangan digital,” kata Triyono.

Sementara itu dari sisi demand, masyarakat harus disiapkan dengan literasi keuangan digital yang memadai. Sehingga, lanjut Triyono masyarakat paham akan risiko-risiko dalam bertransaksi melalui produk dan layanan keuangan digital.

3 dari 3 halaman

Bertepatan dengan momentum G20 dan B20, tema yang diangkat akan berpusat pada daya tahan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan.

Tema tersebut adalah “ Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability”. 

“ Sebagai Asosiasi yang resmi ditunjuk oleh OJK untuk menaungi penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD), ajang IFS menjadi upaya AFTECH untuk meraih visi, yakni mendorong inklusi keuangan melalui layanan keuangan digital,” ungkap Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir.

 

Beri Komentar