Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seorang Wanita Melintas Di Papan Nama Bursa Efek Indonesia.
Dream - Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan menyatakan Indonesia telah menjadi negara penerbit sukuk terbesar di dunia. Menurut dia, nilai sukuk Indonesia telah mengalahkan Timur Tengah dan Malaysia.
"Sukuk global kita masih the largest," kata Robert di Jakarta, ditulis Jumat, 31 Maret 2017.
Robert mengatakan sampai 29 Maret 2017, total penerbitan sukuk dari berbagai negara yang berdenominasi dolar AS mencapai US$ 53,14 miliar atau setara Rp707,83 triliun. Dari total itu, sukuk negara yang diterbitkan Indonesia mencapai nilai US$13,15 miliar, setara Rp175,16 triliun.
Jumlah tersebut, kata Robert, menempatkan Indonesia pada peringkat teratas penerbit sukuk negara terbesar di dunia. Indonesia sendiri memegang porsi 25,67 persen sukuk negara di dunia.
Data Kementerian Keuangan, Indonesia melampaui Malaysia dan negara-negara Timur Tengah sebagai negara penerbit surat utang syariah terbesar di dunia.
Peringkat kedua diduduki oleh Dubai, Uni Emirat Arab, dengan total penerbitan sukuk negaranya sebesar US$7 miliar, setara Rp93.24 triliun. Sementara peringkat ketiga ditempati Malaysia dengan total penerbitan sukuk negara sebesar US$4,86 miliar, setara Rp64,73 triliun.
"Kami ingin menyemarakkan pasar global sukuk dolar AS di dunia," kata dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari