Pemerintah Menargetkan Dana Segar Rp6 Triliun Dari Sukuk Negara.
Dream – Pemerintah melelang sukuk negara pada awal 2017. Dalam lelang ini, pemerintah membidik target Rp6 triliun.
Namun, penawaran yang masuk membludak. Angkanya menembus angka Rp20 triliun.
Dilansir dari laman djppr.kemenkeu.go.id, Rabu 11 Januari 2017, ada lima jenis instrumen keuangan syariah yang dilelang, yaitu Surat Pembendaharaan Negara Syariah (SPNS)11072017, Project by Sukuk (PBS) 013, PBS 014, PBS 011, dan PBS 012. Penawaran yang masuk tercatat sebesar Rp24,07 triliun.
Dari kelima sukuk tersebut, penawaran terbanyak terjadi pada seri SPNS 11072017 yang sebesar Rp17,89 triliun, diikuti oleh PBS 013 sebesar Rp3,49 triliun, PBS 011 Rp976,6 miliar, PBS 012 Rp896 miliar, dan PBS 014 Rp763 miliar.
Pemerintah pun menentukan nilai penawaran yang dimenangkan sebanyak Rp6,57 triliun.
Sekadar informasi, masa jatuh temponya pun bervariasi. Ada yang jatuh tempo pada Juli 2017 dan ada juga yang jatuh tempo pada Agustus 2023 pada Selasa 10 Januari 2017.
Pemerintah memberikan imbal hasil bervariasi, mulai dari 6,25 persen sampai dengan 8,87 persen. Aset yang menjadi jaminan ada dua, yaitu barang milik negara (BMN) berupa tanah dan bangunan serta proyek/kegiatan dalam APBN 2017 dan BMN.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global