Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto Bersama Peserta KTT Luar Biasa OKI Di Jakarta
Dream - Jelang dibukanya Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (KTT-LB OKI) pemerintah Indonesia terus menjajaki kerjasama bilateral dengan beberapa negara.
Usai menjajaki hubungan bilateral dengan Gambia, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kembali bertemu dengan Menlu Tajikistan Aslov Sirodijin Muridinovich. Selain membahas mengenai kemerdekaan Palestina, perbincangan bilateral dua negara juga membahas mengenai masalah ekonomi dan pertahanan.
Menurut Retno, pemerintah ingin menjalin hubungan diplomatis demi peningkatkan peran ekspor produk khas Indonesia ke Tajikistan. Sebab, selama dua tahun relasi dagang dengan Tajikistan, pemerintah Indonesia mendapatkan respon positif.
"Di tahun 2014 Indonesia mendapatkan surplus US$65,1 ribu (Rp846 juta). Adapun di tahun lalu, Indonesia mendapatkan surplus US$ 516,7 ribu (Rp6,7 miliar)," kata Retno, Minggu, 6 Maret, 2016.
Menurut Retno, Indonesia memang tengah mencari pasar guna memasarkan produk-produk yang belum terpasarkan di Tajikistan.
"Kami ingin mencari celah peluang untuk produk Indonesia khususnya produk tekstil, furnitur, elektronik, teh, dan produk kulit," ujar dia.
Selain mendorong adanya penguatan ekonomi kedua negara, perbincangan Indonesia-Tajikistan juga ingin merumuskan kerja sama baru di bidang keamanan. Kedua negara ingin mencegah adanya jaringan kejahatan transnasional.
"Kami ingin meningkatkan kerja sama dalam mengatasi tantangan bersama khususnya pada kejahatan transnasional, misalnya terorisme, narkoba, dan lain-lain," ujar dia.
Selain mengekspor, Indonesia juga mengimpor beberapa kekayaan alam alam Tajikistan. Dalam catatan yang ada, impor utama Indonesia dari Tajikistan ialah padi dan seng (zinc).
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
