Jerit Industri Film di Surat Terbuka Dian Sastrowardoyo: `Kami Butuh Bantuan`

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 8 Maret 2021 16:47
Jerit Industri Film di Surat Terbuka Dian Sastrowardoyo: `Kami Butuh Bantuan`
Dian Sastrowardoyo menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Dream - Aktris yang mulai menjajal dunia produser, Dian Sastro Wardojo menuliskan kegundahannya melihat industri perfilman yang terdampak pandemi Covid-19. Pemeran Cinta dalam Ada Apa Dengan Cinta (AADC) ini menuliskan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo melalui akun Instagramnya.

Dalam surat terbuka yang tulis 5 Maret 2021, Dian menyampaikan industri film merupakan bagian penting dari Indonesia baik bagi pekerjanya, penonton, serta keseluruhan industri kreatif. Posisi industri ini juga memiliki peran besar seperti sektor lainnya.

“ Industri film kini mengalami pukulan keras di tengah pandemi Covid-19. Puluhan ribu pekerjanya kesulitan bertahan hidup akibat proses pra hingga pasca produksi film yang terhambat. Industri film juga sudah kehilangan potensi pemasukan terbesarnya, karena bioskop sedang kesulitan bertahan,” tulis Dian Sastro, di akun Instagram @therealdisastr.

1 dari 4 halaman

Pentingnya Industri Film Indonesia

Walaupun bioskop telah dibuka dengan kapasitas hanya 50 persen, aktris kelahiran Jakarta mengatakan masyarakay masih banyak yang takut berkunjung. Akibatnya, karyawan bioskop yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia makin terancam kehilangan pekerjaan.

Di sisi lain, pekerja seni juga masih harus menghadapi pembajakan film yang malah merajarela di masa pandemi ini. Kondisi ini perlahan-lahan akan mengancam masa depan industri film Indonesia.

“ Bapak Presiden yang tercinta, seperti yang Bapak ketahui, masih banyak yang tidak memahami pentingnya eksistensi film Indonesia untuk bangsa ini. Keberhasilan industri film di sebuah negara adalah investasi besar,” katanya.

 

2 dari 4 halaman

Tenggelam di Saat Mulai Tumbuh

Menurut Dian, film tidak hanya menyumbangkan kontribusi pada perekonomian, tapi juga memberikan kekuatan nilai terhadap identitas dan strategi budaya. Film adalah media yang populer.

Film bisa efektif membangun ke-Indonesia-an kita di dalam negeri dan memperkenalkan nama Indonesia ke panggung dunia. Semakin Indonesia dikenal di dunia, maka akan semakin memperlancar jalan berbagai sektor industri untuk ikut melaju.

“ Sejak Bapak membuka Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman di tahun 2016, perfilman Indonesia memasuki era baru dengan jumlah penonton yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan sebesar 20 persen per tahun selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi,” jelasnya.

 

3 dari 4 halaman

Jadi Industri Film Terbesar ke-10 Dunia

Pertumbuhan ini kemudian menjadikan Indonesia sebagai pasar film nomor sepuluh terbesar di dunia dengan nilai pasar sebesar 500 juta dollar AS di akhir tahun 2019.

“ Bapak Jokowi yang kami hormati, Kami semua siap untuk mempertahankan apa yang telah kami capai, tetapi kami tidak bisa melakukannya sendiri. Kami butuh bantuan dan dukungan negara agar apa yang sudah terbangun tidak nah sia-sia,” pintanya.

Demikian di akhir isi surat terbukanya, Dian Sastrowardoyo menegaskan walaupun di masa pandemi covid-19 para pembuat film harus terus berkarya dan membuat film-film yang dicintai penontonnya sendiri dan dihargai di mata dunia.

“ Bioskop harus bisa bertahan karena di sanalah film-film kami dipertemukan dengan penontonnya. Pembajakan film harus segera diberantas tuntas karena itu adalah potensi ekonomi digital untuk dieksplorasi pelaku industrinya dan ada hak pemasukan negara di dalamnya untuk membangun Indonesia,” pungkas Dian Sastrowardoyo.

 

 

4 dari 4 halaman

Jokowi Kebanjiran Surat Terbuka

Presiden Joko Widodo kebanjiran surat terbuka di jagat maya yang ditulis sejumlah organisasi pekerja film lalu diunggah di akun Instagram terverifikasi maupun Twitter mereka sejak Jumat, 5 Maret 2021.

Mira Lesmana, Hanung Bramantyo, Joko Anwar, Reza Rahadian, Prilly Latuconsina, hingga Jefri Nichol melayangkan surat dua halaman yang berisi curhat soal film Indonesia terpukul pandemi Covid-19.

Sejumlah poin penting tertera dalam surat terbuka untuk Jokowi. Salah satunya menyinggung keputusan RI-1 membuka Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman Indonesia tahun 2016. Perfilman Indonesia lalu memasuki era baru.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar