Ini Daftar Harga Eceran Tertinggi Obat yang Sering Digunakan Saat Pandemi Covid

Reporter : Nur Ulfa
Sabtu, 3 Juli 2021 16:33
Ini Daftar Harga Eceran Tertinggi Obat yang Sering Digunakan Saat Pandemi Covid
Ada sebelas obat yang sering digunakan di masa pandemi, dengan harga yang sudah diatur.

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, telah menandatangani Surat Keputusan tentang harga eceran tertinggi obat dalam masa pandemi Covid-19 Nomor HK.01/07/MENKES/4826/2021.

Ada sebelas obat yang sering digunakan di masa pandemi, dengan harga yang sudah diatur.

" Kesebelas obat inilah yang sering digunakan selama pandemi. Kita sudah atur harga eceran tertingginya. Kami harap dipatuhi," ujarnya singkat, dalam Konferensi Pers Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat dalam Penanganan COVID-19, Sabtu, 3 Jul 2021 yang dilansir dream dari Liputan6.com.

Kesebelas obat ini diantaranya :

  1. Tablet Fapifilavir (dengan nama jual avigan) Rp 22.500
  2. Injeksi/vial remdesivir 100 mg Rp 510.000
  3. Kapsul oseltamivir 75 mg Rp 26.000
  4. Intervenous Immunoglobulin 5% 50 ml infus (vial) Rp3.262.300
  5. Intervenous Immunoglobulin 10% 25ml infus (vial) Rp3.965.000
  6. Intervenous Immunoglobulin 10% 50ml infus (vial) Rp6.174.900
  7. Ivermectin 12mg tablet Rp7.500
  8. Tocilizumab 400mg/20 ml infus (vial) Rp5.710.600
  9. Tocilizumab 80 mg/4mg infus (vial) Rp1.162.200
  10. Azithromycin 500mg tablet Rp1.700
  11. Azithromycin 500mg infus Rp95.400

 

1 dari 2 halaman

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, dengan tegas mengatakan akan kembali menggelar operasi Aman Nusa II di masa PPKM darurat yang sedang berlangsung dengan melibatkan Satgas deteksi, pencegahan, penanganan, rehabilitasi, penegakan hukum, dan bantuan operasi di seluruh jajaran pusat dan polres.

" Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Kejagung dalam merumuskan pasal, bila ada pejabat yang menghalangi atau menghambat pelaksanaan PPKM darurat. Dan khusus satgas penegakan hukum," kata Agus Andrianto.

 

2 dari 2 halaman

Dia juga akan terus mengawasi toko obat atau apotik yang menjual obat-obat yang harganya sudah ditentukan itu.

" Apabila terjadi seperti yang diperkirakan, ada yang menjual (obat) dengan harga lebih mahal,atau sengaja menimbun dan menggangu keselamatan masyarakat akan dilakukan penegakan hukum.

Dalam hal ini katanya pihak Kejaksaan akan terus mendukung Polri dalam PPKM darurat yang digelar muali 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

" Juga pihak kejaksaan sudah menyatakan mendukung Polri dalam PPKM darurat," ucap dia.

Beri Komentar