Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Menguatnya bursa saham syariah di sesi pembukaan tak sanggup bertahan hingga berakhirnya sesi perdagangan. Aksi jual investor di sektor perbankan dan keuangan mendorong indeks saham bergerak melemah.
Kondisi semakin berat setelah investor asing kembali menggelar aksi jual saham. Nett sell asing bahkan meningkat menjadi sekitar Rp 254 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,692 poin (0,45%) ke level 151,770.
ISSI pagi tadi sempat dibuka menguat ke level 152,594. Sempat menanjak ke level tertinggi 152,806, ISSI justru tertekan aksi jual dan berkubang di zona negatif.
Level terendah ISSI sepanjang perdagangan kali ini dicetak di 151,324.
Aksi jual beli investor senilai Rp 2,08 triliun mengangkat 52 emiten syariah ke zona positif. Ramainya aksi jual investor justru mendorong 121 penghuni ISSI jatuh melemah.
Koreksi indeks saham juga dialami Jakarta Islamic Index (JII). Turun 2,871 poin (0,45%), indeks JII menyambut libur akhir pekan di level 631,769.
Lebih dari separuh penghuni JII, 17 emiten, menutup perdagangan di zona merah. Sisanya, 9 emiten JII bergerak menguat dan 4 lainnya bertahan stagnan.
Emiten penyeret JII kali ini dipimpin ITMG yang melemah Rp 500. Disusul AALI yang turun Rp 225, PGAS Rp 225, ASII Rp 150, dan SCMA Rp 100 per saham.
Investor yang mengantongi saham UNTR bisa tersenyum bahagia usai mencetak penguatan tertinggi Rp 900 per saham. Top gainer lainnya dihuni SILO yang menguat Rp 300, UNVR Rp 250, SMGR Rp 75, dan INTP Rp 25 per saham.
Pelemahan indeks saham tak hanya menimpa ISSI dan JII. Acuan pasar saham Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 36,261 poin (0,75%) ke level 4.770.303. Emiten sektor keuangan menjadi pemicu koreksi IHSG.
IHSG bahkan mendekam di zona merah sepanjang perdagangan hari ini. IHSG mencetak posisi terendah di 4.760,905 dan tertinggi 4.804,329.
Lantai bursa relatif sepi dari transaksi pelaku pasar. Dana yang mengalir hanya mencapai Rp 3,34 triliun.
Dari pasar keuangan, rupiah dan mata uang dunia tak sanggup melawan penguatan dolar. Rupiah sore ini turun 9 poin (0,07%) menjadi 13.539 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya