Iran `Tak Sudi` Minyak Mentahnya Dibeli Pakai Dolar AS

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 10 Februari 2016 16:45
Iran `Tak Sudi` Minyak Mentahnya Dibeli Pakai Dolar AS
"Prioritas kami adalah mendapatkan uang tunai dan pembelian minyak dalam euro,"

Dream - Iran memang tengah membutuhkan dana besar setelah bertahun-tahun terkena sanksi ekonomi dunia. Kini setelah sanksi dilepas, Iran pun menjual semua sumber dayanya, khususnya minyak, ke berbagai negara yang memerlukan.

Meski butuh dana, bukan berarti Iran menerima begitu saja aliran uang yang masuk. Iran ternyata mengajukan satu syarat untuk pembeli minyak mentahnya. Iran hanya mau dibayar dengan mata uang euro. Bukan mata uang negeri Paman Sam, dolar AS.

" Prioritas kami adalah mendapatkan uang tunai dan pembelian minyak dalam euro," kata Deputi Direktur dari National Iranian Oil Company, Ali Karamati, mengutip laman money.cnn.com, Rabu, 10 Februari 2016.

Prinsip Iran ini tentunya membuat negara-negara Eropa senang. Dengan syarat ini, Iran seolah memberikan sinyal untuk memperkuat hubungan bisnis dengan Eropa setelah sanksi ekonomi dicabut Januari lalu.

Ahli Timur Tengah dari Universitas Harvard, Majid Rafizadeh, mengatakan, " Apapuan selain menggunakan dollar akan baik untuk sektor keuangan dan politik."

Upaya Iran untuk menjauh dari pemakaian dolar AS sebetulnya bukan pertama kali terjadi. Namun pasar minyak mentah dunia yang lebih banyak menggunakan dolar AS membuat permintaan Iran ini cukup rumit.

" Iran memang sudah sejak lama ingin mengubah ke euro atau mata yang lainnya dalam aktivitas ekspor karena sejumlah alasan," ujar Rafizadeh.

Dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, Iran berharap bisa mengurangi akibat yang muncul jika AS kembali memberikan sanksi pada negaranya.

Namun analis tampaknya ta terlalu terpengaruh dengan keputusan Iran tersebut.

" Jika yang melakukannya Arab Saudi, itu baru menjadi masalah besar," kata Win Thin, global head of emerging market currency strategy at Brown Brothers Harriman.

Beri Komentar