Jadi Penasihat Khusus Luhut Pandjaitan, Segini Gaji Mantan Bos Bukalapak

Reporter : Alfi Salima Puteri
Rabu, 5 Januari 2022 10:35
Jadi Penasihat Khusus Luhut Pandjaitan, Segini Gaji Mantan Bos Bukalapak
Rachmat Kaimuddin, ditunjuk sebagai Technology & Sustainabilty Development Special Advisor Kemeneterian Koordinator Maritim dan Investasi.

Dream - Mantan CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, ditunjuk sebagai Technology & Sustainabilty Development Special Advisor Kemeneterian Koordinator Maritim dan Investasi. Selama menjadi penasihat Menteri Luhut Pandjaitan, Rachmad bakal menerima honor Rp17 juta perbulan.

" Iya (sekitar Rp 17 juta)," ujar Juru Bicara Menko Marinves, Jodi Mahardi, dikutip dari merdeka.com, Rabu 5 Januari 2022.

Menurut Jodi, besaran gaji yang diterima Rachmat tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. " Ya kalau gaji yang diterima oleh Staf Khusus dan Penasehat khusus memang sekitar segitu," ujar Jodi.

1 dari 2 halaman

Rachmat ditunjuk sebagai penasihat Luhut bukan tanpa bekal. Dia punya pengalaman memimpin di berbagai industri dan sektor, termasuk bidang teknologi dan sustainable development.

" Keahlian saudara Rachmat sangat penting dan saya sangat menghargai juga keberanian saudara Rachmat meniggalkan kenyamanan di dalam kedudukannya di privat sektor dan bergabung bersama pemerintah," kata Luhut dalam konferensi pers.

Menurut Luhut, bagi Rachmat bukan perkara mudah melepas pekerjaan di Bukalapak dan bergabung bersama pemerintah. Sebab, gajinya jauh lebih rendah dibanding menjadi bos Bukalapak.

" Tentu saja sangat banyak berbeda treatment finansial yang diterimanya. Saudara Rachmat berkukuh ingin mengabdikan juga pengalaman dan ilmunya pada pemerintahan dan Republik ini secara langsung," tutur Luhut.

2 dari 2 halaman

Jika berkaca pada Prospektus IPO Bukalapak pada 2020, Direksi Bukalapak menerima kompensasi sebesar Rp5,845 miliar pada 2018, Rp6,775 miliar pada 2019, dan Rp20,509 miliar di 2020.

Dengan jumlah direksi sebanyak 3 orang, berarti rata-rata tiap direksi menerima kompensasi Rp1,948 miliar selama setahun pada 2018, Rp2,258 miliar pada 2019, dan Rp6,836 miliar di 2020. Berarti rata-rata setiap bulan tiap direksi menerima kompensasi Rp162,33 juta pada 2018, Rp188,166 juta pada 2019, dan Rp569,67 juta pada 2020.

Beri Komentar