Pemuda Penjaga Stan Ini Menjelma Jadi Owner Fashion Para Pesohor dan Tampil di NYFW

Reporter : Alfi Salima Puteri
Sabtu, 5 November 2022 15:20
Pemuda Penjaga Stan Ini Menjelma Jadi Owner Fashion Para Pesohor dan Tampil di NYFW
Sadad mengaku ketertarikannya pada dunia bisnis sudah mulai muncul ketika dirinya masih duduk di bangku SMA.

Dream - Siapa yang tak tahu brand Erigo? Merek fesyen lokal ini sempat menjadi sorotan setelah memamerkan koleksinya di ajang New York Fashion Week Spring/Summer (NYFW) 2022. Erigo datang ke ikon kota metropolis dunia itu dengan menggandeng beberapa model dari kalangan artis.

Sosok di balik sukses Eriogo go internasional adalah Muhammad Sadad. Kesuksesan pria yang akrab disapa Sadad ini tak datang dengan mudah. Harus ada proses jatuh bangun dalam mendirikan dan membesarkan nama Erigo.

Merangkum dari berbagai sumber, Sadad bahkan sampai meninggalkan bangku kuliah dan tak meraih gelar sarjananya demi mengembangkan bisnis yang sudah diimpikannya sejak lama.

Sadad mengaku ketertarikannya pada dunia bisnis sudah mulai muncul ketika masih duduk di bangku SMA. Namun, baru pada 28 November 2010 kala Saad berkuliah, usaha merealisasikan mimpi menjalankan bisnis sendiri mulai digarapnya.

Kala itu Sadad membuat sebuah brand bernama Selected and Co. Namun nama brand tersebut sudah dimiliki pebisnis lain sehingga mau tak mau ia harus menggantinya. Pada Juni 2013, tercetuslah nama Erigo.

1 dari 4 halaman

Di usia bisnisnya yang masih seumur jagung, Erigo sudah mengalami pasang-surut. Sebagai contoh, bermaksud dapat untung dengan rela menggelontorkan banyak uang demi memasarkan dan menjual produk-produknya, malah buntung yang dibawanya pulang.

“ Kami sempat rugi. Jadi, kayak pameran di Malaysia, (biaya) operasional sampai Rp25 juta, omzet cuma Rp5 juta. Terus, pameran di Surabaya, Makassar, itu bener-bener rugi. Jadi, kenapa gue ngundurin diri dari kuliah karena saat itu utang gue udah numpuk. Ini harus gue selesaikan,” ungkap Sadad.

Bangkit dari keterpurukan menjadi hal yang menantang bagi lelaki kelahiran 15 Juni 1990 ini. Berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah, ia berhasil meningkatkan penjualan hingga ribuan persen banyaknya. Bahkan, pada 2015 lalu, ia mampu mencapai omzet hingga Rp 22 miliar.

Nyatanya, di saat sudah menemukan cara yang tepat untuk kembali membangun bisnisnya. ia tidak ingin kehilangan momen tersebut. Pada akhirnya, Sadad semakin yakin untuk tidak melanjutkan kuliah demi fokus berbisnis.

2 dari 4 halaman

Saat dirinya dirundung kegagalan, Sadad bersyukur memiliki orangtua yang tak henti-hentinya mengalirkan dukungan kepadanya.

“ Pas fase-fase gue terpuruk, orangtua gue sempat yang harus jual ruko, jual ini-itu, jual asetnya buat kemajuan usaha sendiri. Orangtua gue selalu berpesan, ‘Bang, ketika susah, ketika lagi ada masalah, cerita sama Mama, ya. Cerita sama Papa. Biar dibantu doa juga’,” kenangnya

Mendapat dorongan dan semangat dari orang-orang sekitar, jangan heran bila Erigo kian eksis, terutama di kalangan anak muda. Berbagai produk yang dijual, di antaranya kemeja, celana jeans, jaket, topi, dan tas, laris manis di pasaran.

“ Erigo sudah ada di department store, ada toko sendiri, tapi mostly kami besar dari online. Kenapa clothing? Awalnya diajakkin teman sih, jualan baju. Awalnya masih underestimate, lama-lama gue seriusin, dan sekarang sudah punya 60 karyawan,” kata Muhammad Sadad.

3 dari 4 halaman

Tantangan demi tantangan dilibas Sadad sampai Erigo bisa melesat ke pasar mancanegara. Dalam menjual produk-produknya, Sadad menggunakan platform online dan offline. Untuk online, ia menggunakan media sosial dan e-commerce guna untuk mempromosikan dan menjual produk Erigo.

“ Kami men-display produk di Instagram. Kami enggak jual lewat Line, WhatsApp. Dari 2015 kami sudah decide semua pelanggan yang beli Erigo harus melaui web. Alhamdulillah tanggal 16 Maret kami launching aplikasi, sudah ada di App Store, (sementara) iOS menyusul,” terang Sadad.

Siapa yang menyangka, dulu, banyak yang memandang bisnisnya sebelah mata. Banyak yang meragukan bahwa Sadad tak bisa membawa Erigo Store menapaki tangga kesuksesan.

“ Dulu, pas ditanyain orang-orang, ‘Ngapain sih lo ngelakuin (bisnis) ini?’. Ya, mungkin sekarang bisa kasih lihat (hasilnya) ke orang-orang. Bukannya dendam atau apa, tapi saat itu memang banyak orang yang enggak percaya,” kata Sadad.

“ Gua ada di titik gue bisa dan itu ada kepuasan tersendiri. Alhamdulillah sekarang sudah punya karyawan, tim sendiri, dan ya… gue cukup puas,” sambungnya.

4 dari 4 halaman

Memang, bangkit dari kegagalan butuh usaha ekstra dan strategi yang efektif. Mengembangkan bisnis pun butuh keseriusan dan ketekunan. Apabila mengalami hambatan,

Masa-masa sulit menjalani Erigo mungkin menjadi pengalaman tidak terlupakan bagi Sadad. Namun, berkat kegigihan, kerja keras, dukungan dari orang-orang sekitar, kini Erigo bisa semakin melambungkan namanya.

" Gue selalu percaya hard times always lead you to something great. Jadi, stay positive dan percaya kalau hari esok lebih cerah dari hari sekarang. Selalu berdoa dan berbuat baik sama orang-orang sekitar karena hanya orang-orang sekitar yang bisa nolong pas kita lagi susah," tuturnya.

Beri Komentar